Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 1:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka pada hari itu juga, demikianlah firman Tuhan, akan ada bunyi penangis dari pada Pintu Ikan, dan peraung dari pertengahan negeri dan teriak pembunuhan besar dari sebelah bukit.
Zefanya 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 1:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tawarikh 33:14 (IDN) »
Maka kemudian dari pada itu diperbuatnya pagar tembok yang di luar negeri Daud, arah ke sebelah barat Gihon, di dalam lembah, di tempat orang masuk pintu gerbang Ikan namanya; dan lagi dilengkungnya Ofel dengan pagar yang tinggi-tinggi, dan ditaruhnya beberapa panglima perang di dalam segala kota benteng yang di tanah Yehuda.

2 Raja-raja 22:14 (IDN) »
Arakian, maka pergilah imam Hilkia dan Ahikam dan Akhbor dan Safan dan Asaya mendapatkan nabiah Hulda, isteri Salum bin Tikwa bin Harhas, penunggu pakaian itu, yang duduk di Yeruzalem dalam bahagian yang kedua, lalu berkata-kata mereka itu dengan dia.

Nehemia 3:3 (IDN) »
Adapun pintu Ikan itu dibangunkan pula oleh bani Senaa, diikatnya, dan dikenakannya papan pintunya serta dengan kayu palangnya dan segala kancingnya.
Zefanya 1:10 (IDN) — Suara Tangisan di Pintu Ikan
Ayat ini menempatkan pembaca pada hari Tuhan yang akan datang, ketika penghakiman-Nya melanda Yerusalem. Bunyi penangis dari Pintu Ikan menandai gemuruh kehancuran yang datang dari pusat kota dan peringatan bahwa kejahatan telah mencapai puncaknya. Peraung dari pertengahan negeri menunjukkan bahwa seluruh wilayah akan menggema dalam ratapan, sementara teriak pembunuhan besar dari sebelah bukit menekankan bahwa kekerasan telah mencapai tingkatan ekstrem.
Iman terhadap Allah dalam konteks penghakiman
Ada penekanan bahwa tindakan Tuhan tidak acuh atau sekadar kejadian tak terduga, melainkan respons ilahi terhadap kejahatan sistemik. Firman Tuhan dalam konteks ini mengajak umat untuk memahami bahwa penghakiman-Nya adil, mengoreksi, dan memurnikan. Dalam kitab nabi Zefanya, pesan seperti ini menegaskan bahwa Tuhan tidak abai terhadap perbuatan jahat, melainkan mengarahkan umat kepada pertobatan dan ketaatan.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan teks-teks terkait
Beberapa bagian Alkitab sejalan dengan nada penghakiman ilahi terhadap kejahatan sambil menyiapkan jalannya harapan melalui pertobatan dan pemulihan. Contoh relevan secara tema:
Inti sambungan ini adalah bahwa Tuhan menilai kejahatan secara menyeluruh, tetapi juga menawarkan peluang pertobatan, pemulihan, dan perubahan hati bagi mereka yang mau kembali kepada-Nya.
Aplikasi sekarang
Penyataan pada Zefanya 1:10 mengundang pembaca untuk mengamati hidup pribadi dan komunitas: apakah ada ketidakadilan, kekerasan, atau kemunafikan yang menumpuk? Firman ini mengingatkan bahwa Allah memperhatikan seluruh negeri, termasuk tindakan kecil dan besar. Pertobatan dan ketaatan kepada kehendak-Nya adalah respons yang benar ketika menghadapi situasi rapuh moral. Kita didorong untuk berintegritas, merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan mendorong keadilan sosial serta kasih sesama.
Renungan singkat dari tokoh-tokoh berpendapat (ringkas)
Beberapa komentator PRISMA berpendapat bahwa makna ayat ini menekankan kehadiran Tuhan yang berkuasa atas semua jalannya sejarah, sekaligus menegaskan kebutuhan pertobatan umat. Dalam gaya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, kita melihat penekanan pada keadilan ilahi, peringatan terhadap dosa, dan ajakan kepada ketundukan. Mereka menyoroti bahwa penghakiman Tuhan mengarah pada pemurnian umat-Nya, bukan sekadar hukuman semata. Kutipan singkat berikut menggambarkan nuansa ini:
“Tuhan tidak mengabaikan kejahatan, tetapi menimbangnya dengan adil, memanggil umat-Nya kembali kepada-Nya.”
Tata bahasa lambang dan cross-reference
Konteks simbolik Pintu Ikan, pertengahan negeri, dan bukit memberi gambaran kota sebagai pusat kejahatan yang menular. Lihat juga: