Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 10:5 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 10:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dari karena lembu muda di Bait-Awen maka kepicikanlah segala orang isi Samaria; sebab ia itu sudah dibawa lalu dari padanya, meskipun bangsanya meratapi dia meskipun segala imamnya berarak kelilingnya dengan kemuliaan.
Hosea 10:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 10:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 9:11 (IDN) »
Bahwa kepujian Efrayim itu terbanglah seperti dengan sayap burung; tiada lagi orang beranak, tiada lagi orang mengandung, tiada lagi orang menerima!

Hosea 5:8 (IDN) »
Tiuplah olehmu nafiri di Gibea dan serunaipun di Rama; angkatlah olehmu sorak peperangan di Bait-Awen; musuh adalah mengusir, hai orang Benyamin!

2 Raja-raja 23:5 (IDN) »
Dan lagi dipecatkan baginda segala kahin, yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda supaya dibakarnya dupa di atas segala panggung yang di dalam segala negeri Yehuda dan di jajahan Yeruzalem, dan lagi segala mereka yang membakar dupa bagi Baal dan bagi matahari dan bulan dan segala bintang, yaitu bagi segenap tentara di langit.
Hosea 10:5 (IDN) — Pengertian dan Makna Seimbang
Ayat ini jatuh dalam konteks Hosea yang mengingatkan umat Israel tentang akibat ketidaktaatan mereka. Hosea menggambarkan penderitaan akibat penyembahan berhala dan keangkuhan religius etnis, khususnya di Samaria. Untaian kata lembu muda di Bait-Awen menegaskan pergeseran akhirnya pada kultus berhala yang menggantikan panggilan hidup benar di hadapan Tuhan. Ketika umat menolak peringatan, konsekuensi sosial dan spiritual pun terurai: kehilangan kepemimpinan rohani, runtuhnya ketertiban, dan kejatuhan budaya karena ketidaktaatan yang meluas.
Makna sentral
Ayat ini menampilkan nubuat tentang kepicikan umat Israel sebagai akibat dari penyembahan berhala; lembu muda di Bait-Awen menjadi simbol ritualisme kosong yang menarik perhatian orang banyak. Kepicikan ini diakhiri dengan kenyataan bahwa bangsa itu “dibawa lalu dari padanya”—artinya nuansa kebinasaan itu memukul pusat keimanan dan ibadah, sekaligus memperlihatkan bagaimana perhiasan kemuliaan imam-imam tidak lagi mampu membendung kehancuran yang sedang melanda.
Tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini membantu menyorot pola: ritual tanpa kebenaran mengakibatkan moralitas lemah, kemuliaan lahiriah tidak dapat menutupi kekosongan batin, dan adanya panggilan untuk pembaharuan hati di hadapan Tuhan.
Garis besar penerapan praktis
Ringkasan penutup
Hosea 10:5 mengingatkan bahwa kemuliaan lahiriah tidak dapat menutupi ketidaksetiaan hati. Ketika umat menolak teguran—meskipun imam berkeliling dengan kemuliaan—adil dan belas kasih Tuhan tetap mengajak pada pembaharuan dari dalam. Inti panggilan kitab Hosea adalah kembali kepada Tuhan yang setia melalui iman yang hidup dan taat.
Catatan kutipan langsung para komentator publik domain yang relevan (jika ada): “Kepicikan dan kedalaman pengabaian diri” (kutipan ringkas beredar sebagai gambaran umum dari karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke). Perhatikan bahwa penafsiran di atas mengarahkan kepada kajian historis dan teologis yang sama, tanpa menampilkan kutipan panjang teks aslinya dari para komentator tersebut.