Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 10:14 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 10:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu gempita perang selalu akan berlaku atas bangsamu, dan segala kota bentengmu akan dibinasakan, seperti Bait-Arbel sudah dibinasakan oleh Salman pada masa perangnya, tatkala ibu dihancurkan serta dengan segala anaknya laki-laki.
Hosea 10:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 10:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 13:16 (IDN) »
(14-1) Bahwa Samaria sudah tenggelam dalam salah, karena ia sudah mendurhaka kepada Allahnya; mereka itu akan rebah mati dimakan pedang, segala kanak-kanak penyusu mereka itu akan dihancurkan dan segala perempuan yang mengandung itu akan dibelah perutnya.

Kejadian 32:11 (IDN) »
Sentakkanlah kiranya hamba dari dalam tangan saudara hamba, dari dalam tangan Esaf, karena takutlah hamba akan dia, kalau-kalau ia datang menyerang akan hamba dan akan ibu dengan anak-anaknya.

2 Raja-raja 18:9 (IDN) »
Bermula, maka pada tahun yang keempat dari pada kerajaan Hizkia, yaitu tahun yang ketujuh dari pada kerajaan Hosea bin Ela atas orang Israel, datanglah Salmanesar, raja Asyur, menyerang Samaria, maka dikepungnya akan dia,
Gempita perang atas bangsamu (Hosea 10:14, IDN)
Pemikiran utama: Hosea menubuhkan gambaran hukuman ilahi yang datang karena ketidaktaatan bangsa Israel. Ayat ini menggambarkan kehancuran kota-kota dan kemusnahan keluarga sebagai akibat dari pengkhianatan rohani dan penyembahan berhala. Para pembaca diundang melihat bagaimana keadilan Tuhan menuntut pertobatan sejati, bukan sekadar permulaan ritual.
konteks sastra
Hosea mengandung teologi perjanjian, menyoroti ketidaksetiaan Israel yang disebut sebagai “istrinya” yang mencari gula-gula berhala. Pada konteks ini, Hosea 10 memaparkan konsekuensi praktis dari pembangkangan: penghakiman yang mengguncangkan bangsanya, dengan citra gempita perang, kota-kota yang dibinasakan, dan peristiwa Bait-Arbel—simbol kehancuran yang luas. Salman (Salomo?) disebutkan sebagai figur penakluk sejarah untuk menekankan kekuatan luar yang dipakai Tuhan sebagai alat murka-Nya. Ayat ini menekankan bahwa kejatuhan ini tidak sekadar tragedi militer, melainkan akibat kemerosatan rohani yang merambah rumah tangga dan generasi.
Signifikansi teologis
1) Pertanggungjawaban kolektif: umat Tuhan tidak bisa lolos jika hidup dalam ketidaktaatan yang berkepanjangan. 2) Kekuatan disiplin ilahi: peristiwa kekuasaan asing dipakai untuk memurnikan umat-Nya. 3) Narasi pertobatan: meski konteks hukuman, kitab Hosea juga menuntun pada pemulihan ketika mereka kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus.
Cross-references (hubungan dengan bagian lain Alkitab)
Pertanyaan refleksi
Ringkasan penutup
Hosea 10:14 menegaskan bahwa kehancuran tidak terjadi tanpa sebab: Tuhan menegur umat-Nya melalui kekuatan asing dan kehancuran kota sebagai panggilan untuk kembali kepada-Nya dengan hati yang benar. Pesan bagi pembaca adalah mengutamakan pertobatan yang nyata, menilai kembali komitmen rohani, dan berharap pada pemulihan Allah yang setia ketika manusia merendahkan diri di hadapan-Nya.
Cuplikan pandangan para komentator publik domain yang relevan: - Matthew Henry menekankan bahwa hukuman ini menuntut pertobatan yang nyata, bukan sekadar ritual luar. - Albert Barnes menambahkan bahwa disiplin Ilahi bertujuan menuntun umat kembali kepada rukun ibadah yang benar. - Adam Clarke menyoroti bahwa kehancuran fisik melambangkan kehancuran rohani akibat perasaan Tuhan yang mengingatkan umat-Nya akan perjalanan mereka.