Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kendatilah, maka segala firman-Ku dan segala syariat-Ku yang telah Kuamanatkan kepada hamba-Ku segala nabi itu, bukankah ia itu sudah mengenai nenek moyang kamu, sehingga selalu harus mereka itu berkata demikian: Seperti niat Tuhan hendak berbuat akan kami setuju dengan jalan kami dan setuju dengan perbuatan kami, demikianpun sudah dibuatnya akan kami!
Zakharia 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ratapan 2:17 (IDN) »
Bahwa Tuhan sudah membuat barang yang telah diniatkan-Nya; sudah disampaikan-Nya barang yang Ia berfirman dari pada zaman dahulu-dahulu! sudah Ia menumpas dengan tiada menaruh sayang; disukakan-Nya musuhmu sebab halmu dan ditinggikan-Nya tanduk segala lawanmu.

Ulangan 28:15 (IDN) »
Tetapi akan jadi kelak, jikalau tiada kamu mau dengar akan bunyi suara Tuhan, Allahmu, supaya kamu melakukan dengan yakin segala hukum-Nya dan undang-undang-Nya yang kupesan kepadamu sekarang, maka segala kutuk ini akan datang atas kamu dan akan terkena kepadamu:

Yehezkiel 12:25 (IDN) »
Karena Aku ini Tuhan, maka Aku akan berfirman dan apapun baik firman-Ku, ia itu akan disampaikan juga dengan tiada dipertangguhkan lagi, karena pada harimu juga, hai bangsa yang bantahan! Kusampaikan kelak firman yang telah Kukatakan itu, demikianlah firman Tuhan Hua.
Makna Singkat Zakharia 1:6 dalam Bahasa Indonesia
Kendatilah, maka segala firman-Ku dan segala syariat-Ku yang telah Kuamanatkan kepada hamba-Ku segala nabi itu, bukankah ia itu sudah mengenai nenek moyang kamu, sehingga selalu harus mereka itu berkata demikian: Seperti niat Tuhan hendak berbuat akan kami setuju dengan jalan kami dan setuju dengan perbuatan kami, demikianpun sudah dibuatnya akan kami!
P context dan latar belakang singkat
Pasalm Wen Zakharia menempatkan umat Israel dalam konteks pasca-pembuangan, ketika nabi-nabi terhubung dengan pesan Tuhan melalui umat. Ayat ini menegaskan bahwa firman Tuhan, syariat-Nya, dan nubuat-nubuat tentang masa depan memiliki ikatan dengan sejarah nenek moyang dan respons manusia. Umat diharapkan mengingat bagaimana pilihan mereka sendiri—menurut jalan mereka sendiri—telah membawa konsekuensi, dan bagaimana Allah tetap setia menuntun melalui nabi-Nya, meski umat sering menentang atau menundukkan diri pada kehendak mereka sendiri.
Observasi penafsiran yang relevan
Pembacaaan tema utama
Rujukan silang yang membantu pemahaman
- Yer. 7:23-24: Seruan agar umat hidup menurut firman, bukan mengikuti kehendak sendiri.
- Hak. 2:1-3: Ancaman akibat ketidaktaatan, dan seruan untuk mendengar nubuat Tuhan dengan setia.
- 2 Tawarikh 36:14-16: Sikap umat terhadap nabi-nabi menampilkan berulangnya pola penolakan terhadap firman Tuhan, lalu konsekuensi sejarah.
Refleksi praktis yang singkat
Ketika kita membaca firman Tuhan, kita diajak mengecek apakah praktik hidup kita sejalan dengan pengakuan iman kita. Janji untuk mengikuti Tuhan tidak cukup hanya dengan mulut; tindakan kita sehari-hari, kebiasaan ibadah, dan cara kita memperlakukan sesama adalah bukti ketaatan kita.
Rekaman pandangan para penafsir terdahulu (singkat)
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa Allah tetap teguh pada firman-Nya meskipun umat sering gagal menaatinya. Mereka menekankan hubungan antara nubuat, sejarah bangsa, dan respon manusia. Contoh frasa pendek yang sering dikutip para penafsir adalah penekanan bahwa firman Tuhan tidak terhapus meskipun umat menundukkan diri pada jalan mereka sendiri; namun tindakan hidup harus menunjukkan ketaatan tersebut.
Penutup dengan galat praktis
Biarlah kita memeriksa hati dan tindakan: apakah kita benar-benar hidup menurut firman-Nya, atau lebih banyak menimbang jalan kita sendiri? Tuhan memanggil kita untuk konsistensi antara pengakuan iman dan perilaku sehari-hari dalam meneladani kasih-Nya.