Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 1:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka menangislah pula mereka itu dengan nyaring suaranya, lalu dicium Orpa akan mentuanya, tetapi Rut lekat juga padanya.
Rut 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 1:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 18:24 (IDN) »
Orang yang bersahabat dengan sebarang orang, ia itu mengadakan suah akan dirinya, tetapi sahabat yang betul itu lebih bersangkut paut dari pada seorang saudara.

Matius 10:37 (IDN) »
Siapa yang mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku dan siapa yang mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya yang perempuan lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku.

Amsal 17:17 (IDN) »
Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.
Ruth 1:14 – Rut menolak tarikan dunia dan tetap setia pada kemurnian pilihan
Poin interpretatif utama: Pada bagian ini kita melihat perpisahan emosional yang mendalam antara Naomi, Orpa, dan Ruth. Meskipun kedua wanita itu ingin kembali mengikuti Naomi ke tanah kelahiran, Rut tetap berpegang pada komitmen yang lebih dalam: setia kepada Naomi dan kepada Tuhan Israel. Ayat ini menekankan pilihan moral Rut yang menanggung risiko kehilangan masa depan yang aman, demi loyalitas dan iman yang berakar pada kasih persaudaraan dan perjanjian Allah.
Konteks sastra
Rut 1 menggambarkan migrasi sosial dan spiritual. Naomi, yang berangkat bersama suaminya ke Moab karena kelaparan di Betlehem, menanggung kenyataan kehilangan suaminya dan putranya. Ketika Naomi mengajak anak-anak menantu untuk kembali ke rumah mereka, Orpa menuruti saran itu, tetapi Rut menolak dengan tekad yang kuat. Ayat 14 mencatat air mata yang meluap dan tindakan cium saat keberangkatan itu, memperlihatkan konflik batin antara perasaan duniawi (kasih sayang manusia, rujukan pada masa depan yang aman) dengan panggilan iman yang lebih tinggi.
Signifikansi teologis
Rut menolak genggaman nostalgia dan keamanan dunia untuk mengikuti ayah ibu leluhur yang baru dalam perjanjian Allah. Keputusan Rut menandai tema kesetiaan dan iman yang akan menuntun narasi kitab Rut menuju penyelamatan melalui keluarga Daud. Dalam konteks alkitabiah, pilihan Rut adalah contoh bagaimana iman yang nyata sering berbelas kasih, tetapi tidak meniadakan risiko pribadi. Keberanian untuk meninggalkan rumah kenyamanan menjadi landasan bagi anugerah Allah yang kemudian bekerja melalui Rut dan Boas.
Referensi lintas Alkitab
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pilihan iman memang sering mencakup perpisahan emosional dari kenyamanan, tetapi juga membuka pintu bagi pemeliharaan ilahi. Rut memilih loyalitas yang melampaui kenyamanan, sebuah tindakan yang kelak menjadi inti dari kasih setia yang akan membawa keselamatan bagi tabel silsilah Israel.
Quotations from classic commentators (condensed, non-verbatim): Ringkasan pemikiran Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti tema kesetiaan, kebebasan memilih di hadapan kehilangan, serta dinamika hubungan antara iman dan tindakan nyata. Mereka menekankan bahwa dalam konteks Rut 1:14, keputusan Rut bukan sekadar emosi, melainkan respons iman yang meneguhkan panggilan Allah atas kehidupan keluarganya.
Kutipan pendek yang relevan
Penekanan Henry atau Clarke yang terkait dengan keteguhan hati dalam menghadapi pilihan sulit dapat ditemukan dalam diskusi umum tentang kesetiaan iman; catatan-catatan singkat menggambarkan bahwa tindakan Rut adalah contoh iman yang aktif dan setia.
Transliterasi pendek oleh para ahli terdahulu ini menyoroti bahwa tindakan Rut bukan sekadar mengikuti Naomi, melainkan mengikuti Allah yang bekerja melalui sumpah pengikatan keluarga dan ketaatan sosial.