Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 1:7 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 1:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu keluarlah ia dari dalam tempat penumpangannya dan kedua menantunyapun adalah sertanya, maka dalam antara mereka itu berjalan hendak kembali ke tanah Yehuda,
Rut 1:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 1:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Raja-raja 8:3 (IDN) »
Maka sesungguhnya pada kesudahan tujuh tahun itu pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin, lalu keluarlah ia pergi mengadukan halnya kepada baginda dari sebab rumahnya dan dari sebab bendangnya.

Keluaran 18:27 (IDN) »
Setelah itu maka dilepaskan Musa mentuanya pergi, lalu pulanglah ia ke negerinya.

Rut 1:14 (IDN) »
Maka menangislah pula mereka itu dengan nyaring suaranya, lalu dicium Orpa akan mentuanya, tetapi Rut lekat juga padanya.
Makna langsung Rut 1:7
Ayat ini menegaskan bahwa Naomi melepaskan suaminya, Elimelekh, dan kedua menantunya, Orfa dan Ruth, serta mengarahkan perjalanan mereka keluar dari tanah Moab untuk pulang ke tanah Yehuda. Kalimatnya menekankan langkah praktis: “keluar dari tempat penumpanganannya” dan “hendak kembali ke tanah Yehuda.” Dalam konteks, ini adalah bagian dari rangkaian peristiwa di mana keluarga Israel yang tinggal di luar tanah perjanjian mengambil keputusan untuk kembali karena kelaparan dan perubahan kondisi keluarga.
Background dan konteks
Rut pasal 1 membuka kitab Rut dengan situasi kesengsaraan: kelaparan di tanah Moab, kehilangan suami Naomi, serta masa lalu bangsa Israel yang berhubungan dengan tanah perjanjian. Dalam budaya kuno, tindakan kembali ke Yehuda adalah tindak beriman: pulang ke rumah Tuhan dan komunitas bangsa. Ayat ini menandai momentum keputusan, bukan pertemuan emosional; langkah praktis ini menunjukkan iman yang hidup melalui tindakan konkret.
Observasi penafsiran
Interpretasi utama
Keputusan Naomi dan keluarganya menampilkan dinamika iman: meskipun pengalaman pahit, langkah pulang ke Yehuda adalah tindakan percaya kepada Tuhan yang berikran jaminan perjemahan bagi umat‑Nya. Perjalanan ini bersifat praktis namun mendalam secara teologis: identitas Israel tidak hilang meski berada di luar landasan asal. Entah bagaimana, langkah nyata membawa mereka ke dalam rencana Allah yang lebih besar untuk Rut dan keturunan yang akan datang.
Pemikiran tematik singkat
Rujukan silang terkait
- Keluaran kembali ke tanah perjanjian digambarkan dalam Ulangan 30:2-3, menekankan pemulihan dan pengakuan Israel akan Tuhan. Penekanan bagi bangsa yang kembali kepada Tuhan dan janji-Nya.
- Yosua 4:24 menegaskan Tuhan memperkuat umat‑Nya saat melintasi sungai Yordan menuju tanah perjanjian. Penguatan identitas konferensi iman melalui lintasan fisik.
- 1 Samuel 12:22 menekankan bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya meskipun mereka gagal, karena kasih-Nya besar terhadap mereka. Konsep pemulihan dan pemeliharaan ilahi.
Kait praktis yang singkat
Ketika menghadapi kehilangan atau tekanan, ingat bahwa langkah pertama kadang adalah kembali ke pusat iman: komunitas, ibadah, dan kepercayaan bahwa Allah bekerja melalui rencana-Nya yang lebih besar. Perubahan tempat atau keadaan dapat menjadi pintu pembuka pemulihan dan peneguhan identitas rohani.
Catatan penafsiran: kutipan langsung dari karya tafsiran klasik (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) akan diberikan jika ada kutipan singkat yang relevan. Saat ini, ringkasan mengutamakan makna teks, konteks, dan aplikasi praktis tanpa menyalin panjang dari sumber lama.