Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 7:13 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 7:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jikalau begitu, yang baik itu menjadi mautkah kepadaku? Sekali-kali tidak. Melainkan dosa, supaya nyata ia itu dosa, yang mendatangkan maut itu kepadaku dengan jalan menggunakan yang baik itu, supaya nyata dosa itu teramat sangat besarnya oleh penyuruhan itu.
Roma 7:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 7:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yakobus 1:13 (IDN) »
Seorang pun jangan, apabila ia terkena pencobaan, berkata, "Bahwa aku terkena pencobaan Allah," karena Allah tiada tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tiada mencoba seorang jua pun;

Galatia 3:21 (IDN) »
Jikalau begitu, adakah syariat Taurat itu berlawanan dengan segala perjanjian Allah? Mustahil! Karena jikalau sudah diberi suatu syariat Taurat yang boleh menghidupkan, niscaya kebenaran itu berasal daripada syariat Taurat.

Roma 7:8 (IDN) »
Tetapi sedang dosa itu digerakkan oleh sebab penyuruhan itu, maka ia mengerjakan di dalam diriku berbagai-bagai hal tamak; karena jikalau tiada hukum Taurat, dosa pun matilah.
Roma 7:13 (IDN): "Jika begitu, yang baik itu menjadi mautkah kepadaku? Sekali-kali tidak. Melainkan dosa, supaya nyata ia itu dosa, yang mendatangkan maut itu kepadaku dengan jalan menggunakan yang baik itu, supaya nyata dosa itu teramat sangat besarnya oleh penyuruhan itu."
Setting konteks seketika: Rasul Paulus dalam pasal ini menyingkap konflik batin orang percaya yang hidup di antara hukum Taurat dan kenyataan hidup dalam daging. Ia menekankan bahwa tujuan hukum bukan untuk membawa kematian, melainkan untuk menunjukkan kesalahan manusia. Ketika hukum menuntut kebaikan, manusia merasakan bagaimana dosa membisikkan pelanggaran melalui “penggunaan” yang baik itu sendiri; sehingga dosa memperlihatkan dirinya sebagai sesuatu yang berbahaya dan mematikan. Ayat ini menegaskan bahwa kematian rohani bukan karena hukum itu sendiri melainkan karena dosalah yang membuat hukum itu menyatakan dosanya dengan jelas.
Makna kunci dan gambaran teologis
Penjelasan singkat tentang kata-kata penting
Ayat ini memakai pola retorika yang khas Paulus: menolak gagasan bahwa kebaikan hukum pada akhirnya membawa kematian. Ia menunjukkan bahwa proses penyuruhan kesadaran dosa melalui hukum justru memperlihatkan intensitas dosa yang memimpin pada maut. Dengan demikian, hukum menjadi alat untuk memperlihatkan kebutuhan radikal akan kasih karunia Allah.
Cross-references (hubungan singkat)
- 1 Korintus 15:56 menyoroti bagaimana kematian bekerja melalui hukum dosa dan hukum Taurat. Penekanan bahwa hukum menyingkap kesalahan membuat kita haus akan pembaruan dalam Kristus. “kuatnya hukum adalah daging” menampilkan konteks yang serupa, yaitu konflik antara kemauan manusia dan kekuatan roh daging.
- Galatia 3:21-22 menegaskan bahwa hukum bukanlahKata-kata yang membawa hidup, tetapi penunjuk kebutuhan akan janji iman yang membawa hidup dalam Kristus.
- Roma 8:3-4 menunjukkan bagaimana karya Roh membebaskan dari hukum dosa dan hukum hidup yang baru dalam Roh; menggeser fokus dari usaha berdasarkan hukum ke pembaruan dalam kasih karunia.
Pengajaran bagi iman saat ini
Ayat ini menjelaskan bahwa hukum Allah tidak dimaksudkan untuk membuat orang berpikir bahwa mereka dapat menyelamatkan diri melalui ketaatan eksternal semata. Sebaliknya, kesadaran akan dosa yang ditimbulkan oleh hukum mendorong kita untuk bergantung sepenuhnya pada anugerah Allah melalui iman kepada Kristus. Dalam keseharian, kita diajak menyadari bahwa “kebaikan” yang Allah tetapkan menuntut kemurnian hati dan pembaruan batin yang hanya mungkin melalui pekerjaan Roh Kudus. Hukum memediasi kebutuhan kita akan kasih karunia, bukan memberi rasa cukup pada diri sendiri melalui ketaatan lahiriah.
Inti praktis: kembangkan kerendahan hati di hadapan Allah, serahkan hidup pada pembaruan roh, dan biarkan kasih karunia Kristus membersihkan motif serta kekuatan untuk hidup kudus di tengah perang batin. Dalam persaudaraan iman, kita saling mendukung untuk membanjiri diri dengan firman dan doa, agar hidup kita tidak sekadar “baik” menurut standar manusia, melainkan hidup dalam pembaruan Kristus yang membawa hidup kekal.
Kutipan singkat dari penafsir terdahulu (jika memakai): Matthew Henry menekankan bahwa hukum memperlihatkan dosa dengan jelas sehingga manusia sadar membutuhkan pertolongan dan pembaruan ilahi. Albert Barnes menyoroti bahwa penggunaan hukum oleh dosa bukan karena hukum itu sendiri, melainkan karena keberdosaan manusia. Adam Clarke menekankan bahwa tujuan hukum adalah untuk membius manusia hingga ia meratap akan kenyelekkan dosa dan membutuhkan penebusan melalui Kristus. (Catatan singkat ini menghubungkan temuan teologi klasik dengan pembacaan Paulus di Roma 7.)
Rangkuman: Roma 7:13 menegaskan bahwa hukum tidak berfungsi untuk membawa maut, tetapi dosa yang memanfaatkan “yang baik” untuk menunjukkan keparahan pelanggaran. Tujuan akhirnya adalah memunculkan kebutuhan akan anugerah Allah dalam Kristus sehingga hidup kita dipenuhi oleh pembaruan rohani, bukan sekadar kepatuhan lahiriah.