Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 14:20 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 14:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan buah anggur itu diirik orang di luar negeri; maka darah pun mengalirlah dari dalam irikan itu setinggi kang di mulut kuda, sejauh seribu enam ratus setadi.
Wahyu 14:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 14:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ratapan 1:15 (IDN) »
Bahwa Tuhan sudah mencampakkan ke bumi segala orangku yang perkasa, di tengah-tengah aku; diadakan-Nya suatu bicara lawan aku, hendak memecahkan segala orang terunaku; bahwa Tuhan sudah mengirik apitan anggur tuan puteri Yehuda!

Wahyu 11:8 (IDN) »
Adapun mayatnya itu bergelimpang di jalan negeri besar, yang dengan kiasan disebut Sodom dan Mesir, di situlah juga Tuhannya tersalib.

Yesaya 63:1 (IDN) »
Siapakah dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan tepercik pakaiannya? dia, yang berpakaikan indah-indah serta berjalan dengan perkasanya dan kebesaran kuatnya? Bahwa itulah Aku yang berkata-katakan barang yang benar dan yang berkuasa akan menolong.
Mengapa Ayat Wahyu 14:20 Penting
Ayat ini menutup bagian penting dari nubuat yang menyatakan hukuman Allah atas kejahatan yang terakumulasi di bumi. Gambaran tentang buah anggur yang diirik di luar negeri dan darah yang mengalir memenuhi mulut kuda menegaskan intensitas kemarahan ilahi terhadap penindasan, kebejatan, dan pemberontakan. Bagi pembaca Indonesia, ayat ini menantang kita untuk melihat bahwa kejatuhan sistem yang menindas dunia bukan sekadar catatan sejarah, melainkan penggenapan keadilan Allah yang benar dan penuh kasih bagi mereka yang tertindas. Ayat ini juga menegaskan bahwa pada akhirnya Allah berkuasa menegakkan kehendak-Nya atas semua kekuasaan di bumi.
konteks aslinya
Wahyu pasal 14 berfungsi sebagai bagian penghiburan bagi umat percaya yang mengalami penindasan di bawah kekuasaan antikristus dan sistem dunia yang menentang Tuhan. Ayat 20 menghadirkan gambaran simbolik yang keras tentang penghakiman terakhir: darah mengalir dari irikan buah anggur yang dihancurkan, menandakan kemurnian murka Allah terhadap kekerasan dan ketidakadilan. Dalam budaya judaik maupun Kekristenan awal, gambaran buah anggur sering dipakai sebagai simbol kekuasaan, produksi, dan akibat dari pilihan manusia. Di sini, buah anggur yang diirik melambangkan hasil dari kemaksiatan dunia yang akhirnya menuai hukuman surgawi.
inti pesan ayat
Inti pesannya adalah bahwa kejahatan yang terakumulasi akhirnya mendapatkan balasan dari Allah. Namun, konteks kitab Wahyu juga menegaskan bahwa penghakiman ini adalah bagian dari rencana pembebasan bagi umat Tuhan yang setia. Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada sistem kekuasaan di atas kendali Tuhan, dan pada akhirnya keadilan-Nya akan ditegakkan secara nyata.
tema-tema pendukung dalam keseluruhan Perjanjian Baru
- Keadilan Allah terhadap penindasan: pilihan manusia berdosa membawa konsekuensi, dan Allah tidak membiarkan penindasan berlarut-larut tanpa hukuman.
- Penghakiman ilahi sebagai bagian dari keselamatan: pembalasan atas kejahatan dibarengi dengan pembebasan bagi umat yang setia kepada-Nya.
referensi silang yang relevan
refleksi penuntun bagi iman pribadi
Ayat ini mengajak kita merenungkan bahwa keadilan Allah tidak mengabaikan penderitaan di dunia ini. Meski tampak menakutkan, gambaran penghakiman ini mengarah kepada pemulihan total: Tuhan berkuasa mengakhiri kedzaliman, membebaskan orang kecil, dan memulihkan bumi kepada keadaan yang layak bagi kemuliaan-Nya. Dalam iman kita, kita diajak untuk tetap setia, percaya bahwa Allah bekerja di balik sejarah manusia untuk membawa kebenaran dan pembebasan.
kutipan singkat dari tokoh komentar public-domain
Sejumlah pandangan klasik mengingatkan bahwa wahyu ini menekankan kebenaran ilahi atas semua agen kejahatan, sehingga umat beriman didorong untuk hidup dalam harapan akan pembebasan ilahi.
catatanCross-reference singkat
Beberapa rujukan lain membantu memperjelas makna: Yesaya 34:1-4 (kekuasaan Allah atas bangsa-bangsa), Roma 8:18-23 (penderitaan sementara menantikan kemuliaan), Wahyu 19:15 (kata-kata keadilan yang menegakkan penghakiman).
Ringkasnya, Wahyu 14:20 menegaskan bahwa kejahatan di dunia akan menghadapi penghakiman ilahi dengan kekuatan penuh, tetapi bagi orang percaya ada pengharapan pembebasan dan pemuliaan bagi umat Tuhan.