Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 14:10 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 14:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka ia juga akan minum kelak daripada air anggur, yaitu murka Allah yang tersedia dengan tiada bercampur di dalam cawan murka-Nya itu; dan ia akan disiksakan dengan api dan belerang, di hadirat segala malaekat yang kudus, dan di hadirat Anak domba itu,
Wahyu 14:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 14:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 51:17 (IDN) »
Jagalah, jagalah, bangunlah, hai Yeruzalem! engkau yang dari pada tangan Tuhan sudah minum habis piala kehangatan murka-Nya, engkau sudah minum habis piala berisi barang yang memabukkan, bahkan, kaucerup habis akan dia.

Wahyu 16:19 (IDN) »
Maka negeri yang besar itu pun pecahlah belah tiga, dan segala negeri orang kafir itu pun robohlah, dan negeri Babil yang besar itu tiada dilupakan di hadirat Allah, sehingga ia diberi cawan air anggur, yaitu murka-Nya yang hangat itu.

Mazmur 11:6 (IDN) »
Maka Ia menghujani orang fasik itu dengan halilintar sabung-menyabung, dengan api dan belerang; dan angin panas bala sampar itulah bahagian piala mereka itu.
Wahyu 14:10: Minum murka Allah dalam cawan murka-Nya
Poin interpretatif utama: Ayat ini menggambarkan akibat terakhir bagi mereka yang menolak kasih Allah dan menyembah sistem antikristus. Minum murka Allah dalam cawan murka menandai penghakiman yang adil dan penuh kemurnian, di hadapan Allah yang kudus, serta di hadirat Anak Domba. Penggambaran ini menekankan kekalannya siksaan bagi penolak kebenaran di penggenapan akhir zaman.
Latar sastra dan konteks literer
Wahyu pasal 14 berfungsi sebagai bagian dari penglihatan-penglihatan yang menegaskan pilihan umat manusia di akhir zaman: menyembah Allah yang benar atau mengikuti sistem antikristus. Ayat ini berhubungan dengan penghakiman ilahi yang dibuka dalam urutan visi kehendak-Nya. Cawan murka mewakili intensitas kemarahan ilahi terhadap kejahatan yang terakumulasi; minuman itu tidak bercampur, menandakan kemurnian murka yang teguh dan tanpa pengenceran.
Makna teologis
Beberapa tema penting muncul di sini:
Referensi singkat dari tokoh terdahulu (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa gambaran cawan murka adalah simbolik bagi keseriusan dan ketegasan penghakiman Allah atas perbuatan jahat yang telah lama berjalan. Mereka juga menyoroti kehadiran Kristus sebagai bagian dari penghakiman terakhir, bukan sekadar penghakiman abstrak. Jika ditemui kutipan pendek, perhatikan bagaimana mereka menekankan sifat hakiki keadilan ilahi tanpa mengaburkan kasih Allah yang telah memperhatikan umat-Nya dulu.
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
\u2022 Ayat ini berkorespondensi dengan wahyu mengenai cawan murka yang muncul lainnya (misalnya bagian-bagian yang menggambarkan penghakiman di mana kemarahan Allah dinyatakan secara simbolik).
\u2022 Hubungan dengan pembacaan tentang Anak Domba sebagai pusat penyelamatan dan penghakiman.
\u2022 Konsisten dengan tema peringatan lewat nubuat bahwa semua umat manusia akan memberi akun atas pilihan-pilihan mereka di hadapan Allah yang kudus.
Pertanyaan untuk renungan
Kesimpulan singkat
Ayat 14:10 menegaskan bahwa pilihan yang menolak kasih Allah akan berujung pada penghakiman ilahi yang tegas. Murka Allah, disalurkan melalui cawan yang tidak bercampur, mengingatkan bahwa keadilan Allah benar dan tidak kompromi. Namun, iman kepada Kristus sebagai Anak Domba tetap menjadi penuntun bagi umat-Nya agar tetap dekat dengan kasih-Nya di tengah penantian akan kedatangan-Nya yang penuh kuasa.