Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 14:19 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 14:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu malaekat itu menyembatkan sabitnya itu ke bumi, serta mengumpulkan buah anggur bumi itu, sambil mencampakkan dia ke dalam irikan yang besar, yaitu murka Allah;
Wahyu 14:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 14:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 32:32 (IDN) »
Karena pokok anggur mereka itu dari pada pokok anggur Sodom dan dari padang Gomorah asalnya, dan buah anggurnyapun buah anggur upas dan tandannya pahit maung belaka.

Wahyu 19:15 (IDN) »
Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa.
Makna Singkat Wahyu 14:19
Malaikat menyabitkan sabitnya ke bumi dan mengumpulkan buah anggur bumi untuk dicampakkan ke dalam irikan yang besar—murka Allah dinyatakan sebagai hasil penolakan manusia terhadap panggilan keselamatan dan pengasingan dari kekuasaan dosa. Ayat ini menggambarkan bagian penutup hukum ilahi atas perbuatan manusia yang menolak terang Injil, menegaskan bahwa pesta-pesta dosa telah mencapai akhir, dan keadilan Tuhan meliputi seluruh ciptaan.
Latar Konteks
Bagian ini datang dalam rangkaian visi Yohanes mengenai akhir zaman. Wahyu 14 memusatkan perhatian pada tiga pengucapan: pewartaan malaikat yang membawa pesan, pengumpulan buah anggur bumi, dan murka Allah yang dicurahkan pada akhir zaman. Gambar sabit mewakili pemisahan dan penimbangan kebaikan dan kejahatan. Pengumpulan buah anggur menunjukkan hasil dari tindakan manusia di bumi, yaitu respon terhadap panggilan Allah, sementara penggambaran irikan besar menunjukkan keadilan yang lengkap dan definitif terhadap umat manusia yang menolak cahaya-Nya.
Observasi tafsir yang relevan
Catatan tema singkat
Rujukan silang yang relevan
· Yohanes 15:6 memperingatkan tentang konsekuensi menjadi layu karena tidak berbuah; ini sejalan dengan ide “buah anggur bumi” yang gagal dipulihkan.
· 2 Korintus 5:10 menegaskan bahwa tiap orang akan menerima balasan menurut pekerjaan yang telah dilakukan; ini selaras dengan gagasan irikan besar sebagai penegasan keadilan Allah.
· Wahyu 19:15 menggambarkan kehendak kebenaran-Nya dinubuatkan dengan sabit dan pedang; menegaskan bahwa kekuasaan ilahi hadir untuk menegakkan keadilan penuh.
Inti praktis yang rendah hati
Ringkasan bersatu
Ayat Wahyu 14:19 menyingkap gambaran ilahi tentang akhir zaman: sabit malaikat memotong waktu dan mengumpulkan buah bumi sebagai tanda bahwa setiap manusia akan memperlihatkan hasil hidup di hadapan Allah. Buah yang gagal berbuah adalah buah dosa yang akhirnya menuai murka Tuhan. Namun, di tengah gambar yang tegas ini, kitab Wahyu juga menegaskan bahwa kasih karunia masih ada bagi mereka yang bertobat, karena panggilan Allah untuk datang kepada-Nya tetap tersedia selama masa kasih karunia.
Catatan: kutipan langsung dari penafsir publik domain yang relevan (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) tidak disediakan sebagai teks panjang di sini; elemen evaluasi dan nuansa mereka telah dirangkum secara sinergis dalam narasi di atas sesuai kebutuhan pembaca Indonesia, tanpa mengutip teks panjang secara langsung. Namun, jika diperlukan, saya dapat menyertakan kutipan pendek yang relevan secara satu per satu dengan izin penggunaan yang tepat.