Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 12:6 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 12:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka perempuan itu pun larilah ke padang belantara; di situ ada suatu tempat disediakan Allah baginya, supaya ia dipeliharakan di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
Wahyu 12:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 12:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 11:2 (IDN) »
dan biarkanlah halaman yang di luar Bait Allah itu, jangan diukur dia, karena sudah diberikan kepada orang kafir, dan negeri yang kudus itu akan dipijaknya empat puluh dua bulan lamanya."

Wahyu 13:5 (IDN) »
Maka binatang itu diberilah suatu mulut penuh dengan tekebur dan hujat; maka ia pun diberi kuasa melakukan yang demikian empat puluh dua bulan lamanya.

Wahyu 12:14 (IDN) »
Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.
Makna Langsung Wahyu 12:6 (IDN)
Perempuan yang disebutkan dalam ayat ini melarikan diri ke padang belantara, tempat yang dipersiapkan Allah untuknya, agar dipelihara di sana selama seribu dua ratus enam puluh hari. Inti pesannya adalah perlindungan ilahi bagi umat Allah yang menghadapi penganiayaan, di mana Allah menyediakan tempat aman dan pemeliharaan dalam masa peperangan rohani yang berat.
Konteks Klinis dan Latar Belakang
Ayat ini berada di bagian mukjizat dan simbolisme dalam Wahyu pasal 12, yang menggambarkan pergumulan antara si naga dan perempuan yang melahirkan. Perempuan sering dianggap mewakili umat Allah atau Israel yang menantikan Mesias. Pengungkapan ini menekankan bahwa meskipun terjadi konflik besar di bumi, Allah tetap menjaga umat-Nya melalui perlindungan ilahi yang nyata dalam waktu yang ditentukan: seribu dua ratus enam puluh hari, kira-kira empat setengah tahun dalam ukuran nabawi.
Observasi Penafsiran
Pendapat Singkat tentang Kaitan dengan Penafsir Terdahulu
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa gambaran perlindungan ini tidak hanya bersifat fisik, melainkan rohani: Allah menyediakan tempat pemulihan, penyediaan makanan rohani, dan perlindungan dari gangguan setan yang bekerja keras melawan umat-Nya. Mereka melihat angka 1260 hari sebagai periode yang terdefinisi, menunjukkan bahwa kehadiran Allah tetap nyata meskipun jalan hidup umat-Nya dipenuhi ancaman.
Rangkaian Ayat Terkait
Beberapa landasan silang yang relevan:
Takeaway Praktis yang Ringkas
Ketika menghadapi masa-masa sulit dan penganiayaan rohani, ingatlah bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya tanpa perlindungan. Tuhan menyediakan tempat aman bagi iman kita, memelihara kita di tengah badai, hingga masa-Nya yang telah ditentukan berakhir. Keduanya mengundang kepercayaan yang teguh dan ketekunan iman yang tidak goyah.
Catatan Kecil tentang Kutipan Penafsir Terdahulu
Jika mengacu pada penafsiran klasik, tidak ada kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke untuk ayat spesifik ini yang diperlukan dalam teks ini. Namun, prinsip umum mereka tentang perlindungan ilahi dan masa pengujian membantu membingkai gambaran Wahyu 12:6 sebagai realita pemeliharaan Allah atas umat-Nya selama masa-masa sengit.