Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 12:1 Amsal 12:2 Amsal 12:3 Amsal 12:4 Amsal 12:5 Amsal 12:6 Amsal 12:7 Amsal 12:8 Amsal 12:9 Amsal 12:10 Amsal 12:11 Amsal 12:12 Amsal 12:13 Amsal 12:14 Amsal 12:15 Amsal 12:16 Amsal 12:17 Amsal 12:18 Amsal 12:19 Amsal 12:20 Amsal 12:21 Amsal 12:22 Amsal 12:23 Amsal 12:24 Amsal 12:25 Amsal 12:26 Amsal 12:27 Amsal 12:28



Amsal 12:17 (IDN)
Barangsiapa yang kasih akan benar ia itu menyatakan hukum, tetapi seorang saksi dusta itu menyatakan tipu.
Setting sekeliling nats
Amsal ini membahas dua jalan utama dalam hidup sehari-hari: kebenaran yang hidup melalui tindakan kasih dan kejahatan yang dinyatakan lewat dusta. Ayat ini menyoroti bagaimana integritas seseorang tampil melalui perkataan yang benar dan keadilan yang berlandaskan kebenaran, dibandingkan dengan kebohongan yang merusak kepercayaan dan hubungan.
Apa yang diajarkan tentang Allah dan iman
Firman ini menyoroti bahwa Allah adalah sumber kebenaran. Dalam Alkitab, kasih yang nyata terhadap sesama berbuah dalam kepatuhan pada kebenaran dan keadilan. Melalui ajaran ini, iman bukan sekadar keyakinan internal, melainkan perilaku yang konsisten dengan kasih Ilahi dan kebenaran-Nya. Perbuatan benar menunjukkan bahwa seseorang hidup di bawah pengaruh Allah dan menyatakan hukum-Nya secara nyata.
Kosakata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain memberi gambaran serupa tentang integritas lisan dan kebenaran:
Aplikasi praktis untuk masa kini
Dalam komunikasi sehari-hari, nats ini menantang kita untuk:
Penutup ringkas: Amsal 12:17 menegaskan bahwa kasih yang benar memandu kita untuk menegaskan kebenaran Tuhan, sedangkan kebohongan merusak hubungan dan menyinggung hakikat Allah yang adalah Allah yang benar. Hidup kita dipanggil menampilkan hukum-Nya melalui tutur kata dan perbuatan.
Quotations noted from public-domain commentators: Sedikit gambaran singkat dari pendekatan Henry, Barnes, dan Clarke menguatkan arah ajaran ini: mereka menekankan pentingnya integritas lidah sebagai cerminan hati yang telah diperbaharui. Perkataan benar dianggap sebagai manifestasi kasih yang nyata, sementara lidah yang menipu adalah tanda hati yang tidak setia pada Tuhan. (Tidak ada kutipan tekstual penuh yang disertakan di segmen ini karena fokus pada ringkasnya pemaparan, namun unsur-esensi dari komentar klasik disintesis dalam paragraf-paragraf di atas.)