Matius 21:42 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka kata Yesus kepadanya, "Belum pernahkah kamu membaca di dalam Alkitab: Bahwa batu yang dibuangkan oleh tukang-tukang rumah, ialah sudah menjadi batu penjuru; demikianlah perbuatan Tuhan, maka hal itu ajaiblah pada mata kita.

Ayat sebelumnya
« Matius 21:41
Ayat berikutnya
Matius 21:43 »

Matius 21:42 Tafsiran ayat Alkitab

Gambaran Umum Ayat Matius 21:42 (IDN)

Ayat ini adalah bagian dari kisah Yesus yang menubuatkan penolakan-Nya oleh para pemimpin bangsa Israel dan penolakannya oleh para ahli Taurat. Dalam jawab-Nya kepada para pemuka, Ia mengutip Mazmur dan memperlihatkan bahwa Allah telah menentukan bahwa Perantara-Nya, meskipun diremehkan manusia, adalah pusat penggenapan nubuat. Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja secara tidak terduga melalui pilihan-pilihan manusia yang tampaknya sia-sia, dan bagaimana respons umat terhadap pekerjaan Allah akan menilai arah keseluruhan sejarah Israel.

Ayat dalam konteks pasal

Di sekitar kisah ini, Yesus menilai keputusan para ahli fiatsah dan imam kepala yang menolak-Nya, meskipun Ia datang dengan tanda-tanda mesianik. Penggunaan peribahasa “batu penjuru” menunjukkan bahwa Allah menempatkan Yesus sebagai fondasi utama iman, walau banyak orang menolak-Nya. Ayat ini menyoroti ketetapan ilahi dalam rencana keselamatan yang sering menonjolkan cara kerja-Nya yang tak terduga.

Gema pelajaran utama

Pelajaran utama ayat ini adalah kedaulatan Allah dalam memilih, mengubah, dan memegang peran sentral Kristus dalam keselamatan. Respons manusia—ketaatan atau penolakan—menjadi ukuran terhadap bagaimana kita menanggapi pekerjaan Allah dalam hidup kita. Ketika manusia menolak pekerjaan-Nya, Allah tetap menggenapkan rencana-Nya melalui Yesus sebagai batu penjuru yang menopang seluruh rumah iman.

Perbandingan dengan bagian lain di Alkitab

  • Kisah batu penjuru juga muncul dalam referensi Perjanjian Lama dan kita melihat konsistensi penekanan bahwa Mesias menonjol sebagai pusat iman orang percaya.
  • Raja Daud dan gubahan Mazmur menyoroti bagaimana Tuhan menggunakan hal-hal yang tampak rendah untuk membawa rencana-Nya besar. Hal ini sejalan dengan bagaimana Paulus menyinggung ketidakpantasan manusia dan kehebatan hikmat Allah (1 Korintus 1).
  • Dalam Markus dan Lukas, tema batu penjuru juga diangkat, menegaskan bahwa arti sebenarnya dari karya keselamatan sering menantang ekspektasi manusia dan memerlukan iman untuk melihat alat Allah yang tampak tidak berharga.

Aplikasi praktis

- Menghadapi ketidakpastian hidup dengan percaya bahwa Allah menilai amanah-amanah-Nya lebih dari penilaian manusia. Tuhan bisa menggunakan apa saja—termasuk hal-hal kecil atau tampak tidak penting—untuk membangun rumah iman kita.

- Respon kita terhadap karya Allah dalam hidup menguji iman: apakah kita menolak seperti para pemimpin yang menolak-Nya, atau kita merespons dengan iman yang menyatakau Tuhan sebagai pusat hidup kita?

Cross-references singkat

- Mazmur 118:22—“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang rumah, inilah yang telah menjadi batu penjuru.” Menegaskan tema kedaulatan Allah dalam menentukan dasar iman.

- 1 Korintus 3:11—“Tak ada seorang pun dapat meletakkan dasar lain daripada yang telah ditetapkan, yaitu Yesus Kristus.” Menyatu dengan penegasan bahwa Kristus adalah fondasi utama iman.

- Kisah Petrus mengakui identitas Mesias (Matius 16:18), menunjukkan bahwa meskipun banyak yang menolak, pengakuan iman meneguhkan peran-Nya sebagai batu penjuru.

Ringkasan akhir

Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui cara yang nampaknya tidak konvensional, menjadikan Yesus sebagai batu penjuru bagi umat-Nya. Respons kita terhadap karya-Nya menentukan arah hidup rohani kita. Iman yang benar menempatkan Kristus sebagai pusat, meskipun dunia mungkin menilai rendah atau menolak-Nya.

Catatan editorial

Catatan ini mengambil nuansa dari karya para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, yang menekankan kedaulatan Allah, pemenuhan nubuat, serta relevansi iman pribadi terhadap rencana keselamatan. Secara singkat, mereka menyoroti bahwa manusia sering salah tafsir terhadap rencana Allah, sementara Allah sendiri bekerja untuk membentuk iman melalui Kristus.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Matius 21:42 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 118:22 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 118:22 (IDN) »
Adapun batu yang telah dibuang oleh segala tukang itu, ia itu telah menjadi hulu penjuru adanya.

Yesaya 28:16 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 28:16 (IDN) »
Maka sebab itu firman Tuhan Hua demikian: Bahwa sesungguhnya Aku membubuh sebuah batu alas di Sion, sebuah batu yang telah dicoba, sebuah batu penjuru yang indah-indah, yang teperalas dengan tetap teguhnya, maka barangsiapa yang percaya akan dia, ia itu tiada akan dipermalukan;

Kisah Para Rasul 4:11 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kisah Para Rasul 4:11 (IDN) »
Maka Yesus itu juga batu yang dicelakan oleh kamu tukang-tukang rumah, sudah menjadi batu penjuru.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab