Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 21:1 Matius 21:2 Matius 21:3 Matius 21:4 Matius 21:5 Matius 21:6 Matius 21:7 Matius 21:8 Matius 21:9 Matius 21:10 Matius 21:11 Matius 21:12 Matius 21:13 Matius 21:14 Matius 21:15 Matius 21:16 Matius 21:17 Matius 21:18 Matius 21:19 Matius 21:20 Matius 21:21 Matius 21:22 Matius 21:23 Matius 21:24 Matius 21:25 Matius 21:26 Matius 21:27 Matius 21:28 Matius 21:29 Matius 21:30 Matius 21:31 Matius 21:32 Matius 21:33 Matius 21:34 Matius 21:35 Matius 21:36 Matius 21:37 Matius 21:38 Matius 21:39 Matius 21:40 Matius 21:41 Matius 21:42 Matius 21:43 Matius 21:44 Matius 21:45 Matius 21:46

Makna ayat: Matius 21:36
Setting sekitar ayat ini: Dalam perumpamaan tentang kebun anggur, tuan kebun mengutus hamba-hamba kepada para penanggung jawab kebun untuk menerima bagiannya. Setelah peristiwa pada ayat 36, hamba-hamba itu diserang dan dibanta oleh orang-orang dusun ketika mereka mencoba mengambil upah yang menjadi hak tuan kebun. Ayat ini menyoroti berulangnya penolakan terhadap pelayan-pelayan Allah dan akhirnya persimpangan antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah atau iman
Teks ini menunjukkan bahwa Allah tetap berhak atas hasil pekerjaan-Nya dan bahwa para pemimpin bangsa Israel bertanggung jawab kepada-Nya. Ketika perumpamaan menggambarkan serangkaian hamba yang dikirim, tindakan para dusun menampilkan kebejatan hati manusia yang menolak otoritas ilahi. Namun di balik penyerangan itu, ada urutan ilahi yang menegaskan bahwa pengikut Allah diundang untuk menghormati utusan-Nya dan akhirnya membalas dengan mengakui hak tuan kebun atas kebun itu.
Penjelasan kata dan gambaran penting
- "Disuruhkan oleh tuan itu pula hamba yang lain" menekankan kesabaran tuan kebun. Allah senantiasa mengutus nabi-nabi dan pejuang firman-Nya untuk memberitakan kebenaran, meski sering ditolak.
- "lebih banyak daripada yang mula-mula itu" menegaskan proporsi tanggung jawab: Allah tidak menyerahkan begitu saja, melainkan terus mengutus perantara-Nya untuk memperoleh bagian-Nya.
- Gambaran dusun yang berbuat sama seperti sebelumnya menunjukkan pola penolakan hati manusia terhadap otoritas ilahi, sementara hak Allah atas hasil kebun tetap mutlak.
Hubungan dengan komentar para penafsir terdahulu
Beberapa penafsir klasik menekankan kesabaran Allah dan konsekuensi penolakan-Nya. - Matthew Henry menekankan bahwa tindakan tuan kebun menuntut balasan adil atas perlakuan hamba-hamba-Nya, tetapi menegaskan bahwa kehadiran hamba-hamba tambahan menyoroti kebenaran ilahi yang tidak gagal mengungkapkan diri. - Albert Barnes menyoroti bahwa peristiwa ini adalah gambaran tentang nubuatan tentang penolakan Israel terhadap para nabi, serta persiapan terhadap penerimaan bangsa-bangsa lain. - Adam Clarke menekankan bahwa meskipun ada penolakan, Tuhan tetap mengutus lebih banyak utusan sebagai tanda kasih dan kesempatan terakhir bagi pertobatan. Potongan-potongan ini memberi gambaran bahwa Allah tetap bertanggung jawab atas karya-Nya dan manusia harus merespons dengan tunduk kepada otoritas-Nya.
Alkitab silang dan hubungan kontekstual
Beberapa referensi silang yang relevan: - Matius 21:37, di mana tuan kebun akhirnya mengutus anaknya, menunjukkan puncak kasih karunia Allah meskipun respons manusia tidak sejalan. Hubungan ini menambah pemahaman bahwa Allah tetap memedulikan upah-Nya meski manusia menolak utusan pertama. - Lukas 20:10-11, perbandingan kisah serupa, memperkaya gambaran tentang pengingat bahwa utusan Allah diperlakukan secara beragam tetapi hak milik-Nya tetap. - Mazmur 2:9 memberi konteks hak kekuasaan Kristus sebagai penguasa atas kebun milik Tuhan; ini mengonfirmasi bahwa karya Allah akan berbuah melalui otoritas-Nya meski ujung-ujungnya manusia harus bertanggung jawab terhadap respons mereka.
Aplikasi praktis bagi orang percaya saat ini
Inti pesan: Allah menunjukkan kesabaran-Nya dengan mengutus lebih banyak utusan, tetapi manusia diundang untuk merespons dengan hormat dan pertobatan, sehingga karya-Nya dapat menghasilkan buah yang sejati bagi Kerajaan-Nya.
Referensi silang singkat: Matius 21:37; Lukas 20:10-11; Mazmur 2:9.