Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 10:1 Lukas 10:2 Lukas 10:3 Lukas 10:4 Lukas 10:5 Lukas 10:6 Lukas 10:7 Lukas 10:8 Lukas 10:9 Lukas 10:10 Lukas 10:11 Lukas 10:12 Lukas 10:13 Lukas 10:14 Lukas 10:15 Lukas 10:16 Lukas 10:17 Lukas 10:18 Lukas 10:19 Lukas 10:20 Lukas 10:21 Lukas 10:22 Lukas 10:23 Lukas 10:24 Lukas 10:25 Lukas 10:26 Lukas 10:27 Lukas 10:28 Lukas 10:29 Lukas 10:30 Lukas 10:31 Lukas 10:32 Lukas 10:33 Lukas 10:34 Lukas 10:35 Lukas 10:36 Lukas 10:37 Lukas 10:38 Lukas 10:39 Lukas 10:40 Lukas 10:41 Lukas 10:42



Pemaparan Langsung tentang Ayat Lukas 10:15 (IDN)
Artinya singkat: Isakungkapkan Yesus terhadap kota Kapernaum yang menolak terang-Nya: mereka akan mendapat penolakan serius sampai ke alam maut karena menolak kebenaran yang telah dinyatakan kepada mereka.
Latar Konteks Singkat
Ayat ini muncul pada bagian Yesus mengutuki kota-kota yang telah melihat karya-Nya namun tidak bertobat, terutama menimbang respons terhadap mujizat dan ajaran-Nya. Kapernaum, sebagai kota yang telah “ditinggikan” karena banyak tanda, digambarkan sebagai contoh orang yang menolak terang meski telah diberi peluang besar untuk bertobat.
Observasi Tafsir Utama
Tema Kunci (ringkas)
Cross-References Singkat dan Hubungannya
Pemahaman terhadap referensi silang ini membantu menempatkan peringatan terhadap Kapernaum dalam lintasan kasih dan keadilan Tuhan terhadap orang yang menolak terang yang telah dinyatakan.
Nuansa Historis dan Implikasi Teologis
Penilaian-Nya terhadap Kapernaum tidak sekadar mengurai kemarahan, melainkan menyoroti realitas bahwa pengakuan akan posisi istimewa tidak menggantikan kebutuhan pertobatan. Allah menginginkan respon iman yang nyata atas karya-Nya—melalui karya-Nya sendiri di tengah umat-Nya.
Inti Praktis
Garis besar interpretasi ini menegaskan bahwa kemuliaan yang diterima dari pengawasan Allah membawa tanggung jawab: merespons dengan iman yang berbuah, bukan dengan penolakan yang mengundang penghukuman.
Catatan Kata-Kata dari Tokoh Pekerja Terdahulu
Rangkuman pandangan para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa penolakan terhadap terang Allah menimbulkan konsekuensi berat, meskipun diberi kedudukan istimewa. (Kutipan langsung singkat yang relevan: “Penolakan terang membawa konsekuensi berat.”)