Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 10:1 Lukas 10:2 Lukas 10:3 Lukas 10:4 Lukas 10:5 Lukas 10:6 Lukas 10:7 Lukas 10:8 Lukas 10:9 Lukas 10:10 Lukas 10:11 Lukas 10:12 Lukas 10:13 Lukas 10:14 Lukas 10:15 Lukas 10:16 Lukas 10:17 Lukas 10:18 Lukas 10:19 Lukas 10:20 Lukas 10:21 Lukas 10:22 Lukas 10:23 Lukas 10:24 Lukas 10:25 Lukas 10:26 Lukas 10:27 Lukas 10:28 Lukas 10:29 Lukas 10:30 Lukas 10:31 Lukas 10:32 Lukas 10:33 Lukas 10:34 Lukas 10:35 Lukas 10:36 Lukas 10:37 Lukas 10:38 Lukas 10:39 Lukas 10:40 Lukas 10:41 Lukas 10:42



Lukas 10:34 (IDN) — Penjelasan Ringkas
Ayat ini menggambarkan perumpamaan tentang seorang Samaria yang belas kasihan terhadap orang yang telah diserang dan dirampas. Dalam konteks Lukas 10, kisah ini menantang cara pandang religius yang ketat dan menonjolkan kasih praktis yang berasal dari iman. Ayat ini mengisahkan tindakan nyata: membalut luka, menuang minyak dan anggur, menaikkan korban ke atas keledai sendiri, membawanya ke rumah tumpangan, dan merawatnya.
Setting segera ayat
Setelah seorang imam dan seorang Lewi lewat tanpa menolong, seorang Samaria, dianggap musuh oleh banyak orang pada masa itu, berhenti, merawat, dan membiayai perawatan perjalanan. Kejadian ini menegaskan bahwa kasih Allah melampaui batas etnis, budaya, dan norma keagamaan.
Apa yang ayat ini ungkap tentang Tuhan, iman, dan kasih
Tata bahasa dan gambaran kunci
Gaya bahasa menggambarkan empati konkret: luka dibalut, minyak untuk meredam nyeri, air anggur untuk pembersihan atau pengobatan, lalu transportasi ke tempat perlindungan. Minyak sering dilihat sebagai simbol penghiburan dan penyembuhan, sementara anggur dapat berfungsi sebagai antiseptik ringan atau obat sebagai gambaran perawatan. Keledai menjadi simbol perjalanan dan perlindungan bagi orang yang terluka.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan silang relevan: - Kolose 3:12–14: Panggilan untuk menunjukkan kasih penuh kelembutan, kemurahan hati, kerendahan hati, kebaikan, dan kesabaran, menyerupai kasih Kristus. - Yakobus 2:14–17: Iman tanpa perbuatan adalah mati; tindakan kasih nyata terhadap sesama memperlihatkan iman yang hidup. - Matius 25:35–40: Ketika melayani sesama yang membutuhkan, kita melayani Kristus sendiri.
Penjelasan singkat dari para komentator klasik
Beberapa gambaran dari sumber berbahasa Inggris yang telah menjadi rujukan umum: - Matthew Henry menekankan bahwa perumpamaan ini merangkum hukum kasih: bukan hanya memanfaatkan tradisi religius, melainkan mewujudkan kasih Allah melalui tindakan konkret terhadap sesama.
Catatan-ringkas: “The mercy of God, manifested in Jesus, calls forth mercy in men.” (interpreta umum; tidak mengutip panjang penuh).
- Albert Barnes menyoroti bahwa tindakan Samaria menantang batas identitas dan menunjukkan bagaimana kasih mesti melampaui prasangka.
- Adam Clarke menonjolkan kemurnian niat: perhatian pada luka fisik juga mencakup penghapasan beban dengan membiayai pemulihan korban.
Inti pesan teologi
Kasih Allah yang bekerja melalui manusia didorong oleh belas kasihan, tidak oleh batas tradisi. Iman sejati menuntun ke tindakan kasih yang menyentuh kebutuhan sesama dengan cara konkret di setiap langkah kehidupan.
Aplikasi praktis saat ini
Cross-references singkat
Refleksi singkat terhadap tiga ayat terkait: - Kolose 3:12–14: Mempraktikkan kasih dalam keseharian—rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling menanggung beban. - Yakobus 2:14–17: Iman yang hidup ditandai oleh perbuatan kasih nyata terhadap sesama. - Matius 25:35–40: Pelayanan kepada mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, atau dipenjara adalah pelaksanaan pelayanan Kristus.
Kesimpulan: Kisah Samaria pada Lukas 10:34 mengajak pembaca untuk melihat kasih sebagai tindakan konkrit yang mengubahkan. Iman pada Tuhan ditandai oleh cara kita merawat sesama dengan penuh belas kasihan, tanpa memandang perbedaan.