Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 10:1 Lukas 10:2 Lukas 10:3 Lukas 10:4 Lukas 10:5 Lukas 10:6 Lukas 10:7 Lukas 10:8 Lukas 10:9 Lukas 10:10 Lukas 10:11 Lukas 10:12 Lukas 10:13 Lukas 10:14 Lukas 10:15 Lukas 10:16 Lukas 10:17 Lukas 10:18 Lukas 10:19 Lukas 10:20 Lukas 10:21 Lukas 10:22 Lukas 10:23 Lukas 10:24 Lukas 10:25 Lukas 10:26 Lukas 10:27 Lukas 10:28 Lukas 10:29 Lukas 10:30 Lukas 10:31 Lukas 10:32 Lukas 10:33 Lukas 10:34 Lukas 10:35 Lukas 10:36 Lukas 10:37 Lukas 10:38 Lukas 10:39 Lukas 10:40 Lukas 10:41 Lukas 10:42



Lukas 10:22 — Pengungkapan Otoritas dan Perkenanan Bapa
Setting segera ayat: Dalam konteks surat-pernyataan Jesus kepada murid-murid-Nya setelah mereka kembali dengan laporan mujizat (Lukas 10:1-21), Ayat 22 menonjolkan hubungan dalam pribadi Bapa dan Anak, serta eksklusivitas pengetahuan yang berasal dari hubungan tersebut. Kalimat ini menegaskan bahwa semua otoritas telah diserahkan kepada-Nya dan hanya melalui Anak inilah manusia mengenal Bapa.
Makna inti dan iman yang terpancar
Ayat ini menegaskan dua hal penting tentang Allah dan Kristus: otoritas otentik berasal dari Bapa, dan pengetahuan sejati tentang Allah hanya diberikan kepada yang telah dikenali melalui Anak. Ini menyingkap relasi Trinitas secara ringkas—Bapa memberikan hak dan wewenang kepada Anak, dan melalui Anaklah manusia mengenal Bapa. Pada konteks Lukas, pernyataan ini juga menegaskan bahwa pengetahuan rohani bukan sekadar pemahaman intelektual, tetapi hubungan pribadi melalui Kristus.
Istilah kunci yang perlu dimengerti
Cross-references yang relevan
Beberapa bagian Alkitab lain menyoroti tema pengetahuan Allah melalui Kristus dan otoritas-Nya:
Penjelasan singkat dari tokoh-tokoh berpendapat publik-domain
Rujukan para penafsir publik-domain memberi gambaran bagaimana ayat ini menekankan hierarki pewahyuan dan hubungan pribadi dengan Bapa melalui Anak. Matthew Henry menyoroti kedaulatan Kristus dalam segala otoritas, sedangkan Albert Barnes menekankan bahwa pengenalan Bapa tanpa melalui Anak adalah tidak mungkin, karena hubungan ilahi berpusat pada pewahyuan Kristus. Adam Clarke menambahkan bahwa pengetahuan rohani adalah anugerah yang diberikan Allah bagi mereka yang menerima pewahyuan Kristus. Ringkasnya, semua otoritas berasal dari Bapa dan dibagikan melalui Anak kepada mereka yang dipilih-Nya untuk mengenal-Nya.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Inti pesan ayat ini adalah: semua otoritas ada pada Kristus; pengenalan kepada Allah hanya melalui-Nya; dan pewahyuan ilahi diberikan kepada mereka yang menerima-Nya dengan iman.