Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 10:1 Lukas 10:2 Lukas 10:3 Lukas 10:4 Lukas 10:5 Lukas 10:6 Lukas 10:7 Lukas 10:8 Lukas 10:9 Lukas 10:10 Lukas 10:11 Lukas 10:12 Lukas 10:13 Lukas 10:14 Lukas 10:15 Lukas 10:16 Lukas 10:17 Lukas 10:18 Lukas 10:19 Lukas 10:20 Lukas 10:21 Lukas 10:22 Lukas 10:23 Lukas 10:24 Lukas 10:25 Lukas 10:26 Lukas 10:27 Lukas 10:28 Lukas 10:29 Lukas 10:30 Lukas 10:31 Lukas 10:32 Lukas 10:33 Lukas 10:34 Lukas 10:35 Lukas 10:36 Lukas 10:37 Lukas 10:38 Lukas 10:39 Lukas 10:40 Lukas 10:41 Lukas 10:42



Makna Ayat Lukas 10:21 (IDN)
Pada saat itu Yesus bersukacita dalam Roh Kudus, mengakui Bapa sebagai Yang berkuasa membukakan perkara-perkara rohani kepada orang sederhana, dan menyatakan pujian serta syukur-Nya kepada-Nya karena kehendak-Nya dinyatakan bukan kepada orang-orang arif bijaksana menurut penilaian dunia, melainkan kepada orang-orang yang percaya. Ayat ini menegaskan bahwa pengetahuan rohani adalah anugerah ilahi yang tidak tergantung pada kecerdasan manusia, melainkan pada relasi pribadi dengan Bapa di sorga.
Latar konteks
Bagian ini terjadi setelah Lukas 10:17-20 ketika para murid kembali dari tugas pengusiran setan dengan sukacita. Dalam konteks itu, Kristus berdoa di dalam Roh Kudus, menunjukkan bahwa karya-Nya dan pengajaran-Nya tidak semata-mata hasil usaha manusia, melainkan didasarkan pada hubungan dengan Bapa dan kuasa-Nya yang dinyatakan melalui Roh Kudus.
Pelekatan pandangan para penafsir klasik
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa pernyataan ini menyoroti kerendahan hati manusia dan pembukaan wahyu ilahi hanya bagi mereka yang menerapkan kerendahan hati serta ketergantungan pada Allah. Kutipan pendek berikut memberi gambaran umum:
Arnold Barnes, Adam Clarke, dan Matthew Henry menyoroti bahwa hikmat manusia tidak memadai untuk mengenal hal-hal rohani yang dalam; Allah memilih membuka perkara-Nya kepada mereka yang rendah hati. (Catatan: kutipan langsung singkat akan disebutkan jika tersedia secara publik-domain.)
Observasi interpretatif singkat
Ayat-ayat terkait dan maknanya
Beberapa referensi sejalan yang membantu memahami nuansa ayat ini:
Ringkasan praktis
Kasih karunia Allah bekerja melalui Roh Kudus untuk membuka kebenaran-Nya kepada orang yang rendah hati dan percaya. Hiduplah dalam ketergantungan kepada Bapa, serta syukuri bahwa pengetahuan rohani adalah anugerah yang dinyatakan-Nya secara khusus kepada mereka yang berlemah-lemahan hati.