Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 10:1 Lukas 10:2 Lukas 10:3 Lukas 10:4 Lukas 10:5 Lukas 10:6 Lukas 10:7 Lukas 10:8 Lukas 10:9 Lukas 10:10 Lukas 10:11 Lukas 10:12 Lukas 10:13 Lukas 10:14 Lukas 10:15 Lukas 10:16 Lukas 10:17 Lukas 10:18 Lukas 10:19 Lukas 10:20 Lukas 10:21 Lukas 10:22 Lukas 10:23 Lukas 10:24 Lukas 10:25 Lukas 10:26 Lukas 10:27 Lukas 10:28 Lukas 10:29 Lukas 10:30 Lukas 10:31 Lukas 10:32 Lukas 10:33 Lukas 10:34 Lukas 10:35 Lukas 10:36 Lukas 10:37 Lukas 10:38 Lukas 10:39 Lukas 10:40 Lukas 10:41 Lukas 10:42



Lukas 10:35 (IDN)
Keesokan harinya dinar kedua dikeluarkan, dan diberikan kepada tuan rumah tumpangan dengan kata-kata: “Belikanlah dia, dan barang apa yang engkau belanjakan lebih daripada itu aku ganti, apabila aku datang kembali.” Ayat ini muncul dalam kisah perumpamaan tentang seorang Samaria yang belas kasihan, di mana seorang tua miskin yang ditinggalkan di jalan menjadi fokus penilaian hati seorang pengembara. Dalam konteks perjalanan antara Yerusalem dan Jerikho, tindakan kemurahan hati menantang kita untuk melihat kebutuhan sesama sebagai bagian dari iman yang hidup.
Setting segera ayat
Ayat ini terjadi setelah seorang imam dan ahli Taurat menolak belas kasih si samaria, sehingga Yesus menekankan bahwa kasih kepada sesama melampaui batas budaya. Di tengah perjalanan, seorang pengembara diberi takhonat untuk menanggung biaya perjalanan orang yang dirugikan—menyiratkan bahwa kasih nyata melibatkan pengorbanan finansial dan tanggung jawab berkelanjutan terhadap sesama.
Apa yang diajarkan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa iman yang hidup menuntun pada tindakan nyata untuk merawat sesama, tidak hanya pada kata-kata. Allah dinyatakan melalui kasih yang konkret: menanggung kebutuhan orang lain dan bersedia menanggung biaya di masa depan jika diperlukan. Nilai kebenaran iman terlihat dalam komitmen untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan bagi mereka yang kehilangan haknya atas perlindungan dan bantuan.
Istilah penting dan gambaran
Cross-references singkat
Beberapa bagian lain yang menyoroti kasih yang praktis:
Penjelasan singkat setiap referensi menunjukkan konsistensi Alkitab tentang iman yang hidup melalui tindakan kasih terhadap sesama.
Pemahaman dari para penafsir terdahulu (singkat)
Para penafsir purba menyoroti pentingnya komitmen berkelanjutan terhadap sesama. Mereka melihat bagian ini sebagai ilustrasi bahwa kasih sejati menuntut tanggung jawab berlanjut—bahkan ketika kebutuhan berulang atau biaya bertambah. Ringkasannya: iman yang berakar pada kasih praktis menggerakkan umat Allah untuk bertindak adil dan murah hati terhadap sesama.
Aplikasi praktis sekarang
Bagaimana kita menerapkan ajaran ini hari ini?
Inti dari ajaran ini: kasih yang benar menuntun pada perbuatan nyata yang menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui orang-orang yang peduli dan bertindak demi kesejahteraan sesama.