Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 23:1 Imamat 23:2 Imamat 23:3 Imamat 23:4 Imamat 23:5 Imamat 23:6 Imamat 23:7 Imamat 23:8 Imamat 23:9 Imamat 23:10 Imamat 23:11 Imamat 23:12 Imamat 23:13 Imamat 23:14 Imamat 23:15 Imamat 23:16 Imamat 23:17 Imamat 23:18 Imamat 23:19 Imamat 23:20 Imamat 23:21 Imamat 23:22 Imamat 23:23 Imamat 23:24 Imamat 23:25 Imamat 23:26 Imamat 23:27 Imamat 23:28 Imamat 23:29 Imamat 23:30 Imamat 23:31 Imamat 23:32 Imamat 23:33 Imamat 23:34 Imamat 23:35 Imamat 23:36 Imamat 23:37 Imamat 23:38 Imamat 23:39 Imamat 23:40 Imamat 23:41 Imamat 23:42 Imamat 23:43 Imamat 23:44


Imamat 23:16 (IDN) — Perayaan Pentahbisan di Hari yang Ke-50
Gambaran umum pembaca
Pemahaman ayat dalam konteks pasal
Ayat 16 menutup rangkaian hitungan libur utama dengan sebuah perayaan yang berfokus pada persembahan makanan yang baharu, sebagai ungkapan syukur atas keluaran dari Mesir dan pemeliharaan Tuhan. Penetapan “genap lima puluh hari” menunjukkan dimensi waktu yang terkoordinasi dengan ritus religius Israel: hari raya tidak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang mengingat janji Tuhan yang bekerja dalam sejarah mereka.
Pemaknaan utama
Inti ajaran ayat ini adalah mengutamakan relasi dengan Tuhan melalui persembahan yang baru—bukan sekadar pengorbanan formal, melainkan pengakuan atas kehidupan baru yang Allah anugerahkan. Hari itu disambut sebagai puncak perayaan Pi Dan (Pesta Tujuan) yang menandai kelimpahan dan pemeliharaan Tuhan atas komunitas-Nya. Persembahan makanan yang baharu menegaskan bahwa hidup umat adalah bagian dari ibadah yang terus-menerus, diperbarui dalam kasih-Nya.
Perbandingan dengan bagian lain dalam Kitab Suci
Penekanan pada “persembahan makanan yang baharu” mengaitkan suara syukur dengan realitas hidup yang diperbarui oleh kasih Tuhan, bukan sekadar ritus lahiriah.
Aplikasi praktis
Cross-referensi singkat
1) Keluaran 23:16 — Menegaskan pola waktu perayaan dan persembahan yang baru sebagai bagian dari hukum kebersamaan umat Tuhan. Penekanan: ritus menunjang ingatan atas karya pembebasan.
2) Imamat 23:21 — Menampilkan konsep perayaan yang memberi ketegasan bahwa umat Israel menyatakan niat suci mereka melalui ibadah bersama. Penekanan: perayaan menyatukan komunitas dalam komitmen rohani.
3) 2 Korintus 5:17 — Konsep pembaruan hidup dalam Kristus sebagai landasan New Covenant. Penekanan: pembaruan yang nyata dalam hidup sehari-hari sebagai bagian dari ibadah.
Rangkai pelajaran bagi pembaca
Ayat ini mengajak kita melihat ibadah tidak semata-mata sebagai ritual, melainkan sebagai pembaruan hidup yang berpusat pada Tuhan. Persembahan yang baharu adalah simbol bahwa kita terus hidup dalam kasih-Nya, siap memberi yang terbaik bagi pekerjaan-Nya, dengan hati yang penuh syukur atas pemeliharaan-Nya.