Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 14:1 Imamat 14:2 Imamat 14:3 Imamat 14:4 Imamat 14:5 Imamat 14:6 Imamat 14:7 Imamat 14:8 Imamat 14:9 Imamat 14:10 Imamat 14:11 Imamat 14:12 Imamat 14:13 Imamat 14:14 Imamat 14:15 Imamat 14:16 Imamat 14:17 Imamat 14:18 Imamat 14:19 Imamat 14:20 Imamat 14:21 Imamat 14:22 Imamat 14:23 Imamat 14:24 Imamat 14:25 Imamat 14:26 Imamat 14:27 Imamat 14:28 Imamat 14:29 Imamat 14:30 Imamat 14:31 Imamat 14:32 Imamat 14:33 Imamat 14:34 Imamat 14:35 Imamat 14:36 Imamat 14:37 Imamat 14:38 Imamat 14:39 Imamat 14:40 Imamat 14:41 Imamat 14:42 Imamat 14:43 Imamat 14:44 Imamat 14:45 Imamat 14:46 Imamat 14:47 Imamat 14:48 Imamat 14:49 Imamat 14:50 Imamat 14:51 Imamat 14:52 Imamat 14:53 Imamat 14:54 Imamat 14:55 Imamat 14:56 Imamat 14:57



Tafsir Imamat 14:29 (IDN)
Ayat ini berada dalam rangka hukum penyucian orang yang sembuh dari kusta. Setelah renggangnya penyakit itu dinyatakan bersih, imam menghimpun upacara penebusan yang meliputi korban minyak di tangan penyembuh. Ayat 29 menegaskan bahwa sisa minyak yang ada pada tangan orang yang hendak disucikan itu perlu dibubuhkan pada kepala orang yang disucikan, agar tercapai gafirat (penebusan/dosa terhapus) di hadapan Tuhan. Perintah ini menekankan bahwa penyucian tidak hanya bersifat ritus luar, melainkan merupakan tindakan pemulihan hubungan dengan Allah melalui simbol minyak yang mewakili Roh Kudus dan the Pasangan perjanjian.
Makna sentral
Minyak yang tersisa di tangan penyucian dipakai di atas kepala orang yang disucikan. Ini menegaskan bahwa penyucian melibatkan pengurapan, sebuah penyatakan bahwa pekerjaan Allah—pemurnian dari ketidakbersihan kusta—berlangsung melalui penyerahan diri kepada-Nya. Gafirat di hadapan Tuhan mengarahkan fokus pada penyatuan kembali dengan komunitas Israel melalui simbolik pengurapan oleh minyak yang melambangkan perlindungan dan pemurnian Roh Allah.
Tema kunci
Beberapa rujukan lintas yang relevan
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak kita melihat bagaimana Allah bekerja melalui tindakan simbolik untuk menyatakan pemurnian-Nya. Dalam kehidupan iman, kita bisa memaknai pengurapan rohani sebagai pengakuan bahwa pembaruan hati adalah karya-Nya, dan umat dipanggil untuk menerima pemulihan-Nya dengan percaya. Pengakuan ini mengarah pada sikap belajar tunduk kepada pimpinan Roh Kudus, agar hidup kita juga menjadi alat pemulihan bagi sesama dalam komunitas percaya.
Ringkasan
Imamat 14:29 menegaskan bahwa sisa minyak yang dipakai pada kepala orang yang disucikan adalah bagian dari upacara penyucian yang mengarah pada gafirat di hadapan Tuhan. Pengurapan oleh minyak adalah simbolik nyata bahwa Allah menyatakan pemulihan dan pemurnian bagi yang bersalah dalam konteks perjanjian-Nya. Imam menjadi pendamping dalam peristiwa rohani ini, menegaskan bahwa penyucian adalah pekerjaan ilahi yang memulihkan hubungan dengan Tuhan dan komunitas-Nya.
Quotations: Beberapa ide dan bentuk refleksi mirip dengan komentar umum oleh penafsir ber-abad-abad—khususnya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke—yang menekankan arti simbolik pengurapan, pemurnian, dan peran imam dalam jalur hukum ritus Yahudi. Ucapan persis dari mereka tidak disertakan secara panjang, namun nuansa pemurnian rohani melalui tindakan fisik upacara dipakai secara sintesis dalam pembacaan ini.