Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 14:1 Imamat 14:2 Imamat 14:3 Imamat 14:4 Imamat 14:5 Imamat 14:6 Imamat 14:7 Imamat 14:8 Imamat 14:9 Imamat 14:10 Imamat 14:11 Imamat 14:12 Imamat 14:13 Imamat 14:14 Imamat 14:15 Imamat 14:16 Imamat 14:17 Imamat 14:18 Imamat 14:19 Imamat 14:20 Imamat 14:21 Imamat 14:22 Imamat 14:23 Imamat 14:24 Imamat 14:25 Imamat 14:26 Imamat 14:27 Imamat 14:28 Imamat 14:29 Imamat 14:30 Imamat 14:31 Imamat 14:32 Imamat 14:33 Imamat 14:34 Imamat 14:35 Imamat 14:36 Imamat 14:37 Imamat 14:38 Imamat 14:39 Imamat 14:40 Imamat 14:41 Imamat 14:42 Imamat 14:43 Imamat 14:44 Imamat 14:45 Imamat 14:46 Imamat 14:47 Imamat 14:48 Imamat 14:49 Imamat 14:50 Imamat 14:51 Imamat 14:52 Imamat 14:53 Imamat 14:54 Imamat 14:55 Imamat 14:56 Imamat 14:57



Imamat 14:20 (IDN) — Setting dan pemaknaan korban pengudusan bagi orang yang selesai terkena taqsin bernanah
Ayat ini berada dalam bagian hukum pemulihan bagi orang yang dinyatakan najis karena penyakit kulit yang menular (iskor) dan tata cara penyembuhan serta pemulihan komunitas Israel. Setelah prosedur penyembuhan dan pengeluaran persembahan perawatan diri, ayat ini menegaskan bagaimana imam memimpin korban bakaran dan persembahan makanan sebagai bagian dari proses pengampunan dan pemurnian. Ayat ini menekankan bahwa pendamaian dan pemulihan tidak hanya soal ritus, melainkan penataan hubungan dengan Allah melalui perantaraan imam.
Makna utama dan penjelasan singkat
Fokus ayat ini adalah peran imam dalam membawa korban bakaran dan persembahan makanan, lalu imam melakukan gafirat (pendamaian) atas orang itu. Istilah gafirat menekankan bahwa melalui tindakan korban dan pendamaian, orang yang telah memenuhi syarat kotoran hukum dan ritual dipulihkan dalam hubungan dengan Tuhan dan komunitas. Proses ini meneguhkan bahwa penyembuhan fisik dan pemulihan keadaan ritus berjalan secara bersamaan di dalam tata hubungan yang lebih luas antara Israel dan Allah.
Istilah kunci yang perlu dipahami
Penafsiran dari sumber-publik domain
Para penafsir berpendapat bahwa prosedur ini menekankan pentingnya komunitas dalam pemulihan pribadi. Seorang yang telah dinyatakan najis perlu melalui rangkaian tindakan Allah melalui imam untuk dipulihkan secara penuh—bukan sekadar penyembuhan fisik, tetapi juga penyucian ritual dan pemulihan status di hadapan Tuhan serta di antara sesama.
Beberapa komentar lama menyoroti bahwa tindakan pendamaian di tempat suci menegaskan bahwa Allah adalah sumber pengampunan dan pemurnian, dan bahwa imam berperan sebagai perantara yang melanjutkan pekerjaan Allah dalam memulihkan kedudukan orang di antara umat-Nya.
Quotations (singkat) yang relevan: “Imam gafirat atasnya” menegaskan bahwa pekerjaan pendamaian tidak otomatis terjadi; dibutuhkan tindakan imam untuk menuntun korban menuju pemulihan.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat sambungan: semua rujukan ini menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya bersifat pribadi, melainkan melalui ritus yang dipimpin imam sebagai bagian dari status umat di hadapan Allah.
Aplikasi bagi pembaca zaman sekarang
Bagi orang percaya saat ini, ayat ini mengingatkan bahwa pemulihan rohani tidak hanya menuntaskan masalah fisik, tetapi juga menata hubungan kita dengan Tuhan melalui penyesuaian hati dan tindakan yang selaras dengan kebenaran-Nya. Dalam gambaran gereja, peran pemimpin rohani bisa dipahami sebagai pembawa doa dan pendamaian, mengingatkan jemaat bahwa pengampunan Allah adalah realita yang memulihkan status kita di hadapan-Nya ketika kita bertobat dan memercayakan hidup pada-Nya.
Kutipan singkat para komentator terkemuka (IDN)
“Imam gafirat atasnya” menggarisbawahi bahwa pendamaian Allah disalurkan melalui perantaraan yang ditetapkan-Nya. (Rujukan para komentator publik domain; ringkasan)
Ringkasnya, Imamat 14:20 menegaskan bahwa penyembuhan fisik yang disertai perbaikan ritual mendapatkan arah melalui imam sebagai perantara, sehingga orang yang dinyatakan suci benar-benar kembali ke komunitas dalam keadaan yang sepenuhnya diterima di hadapan Allah.