Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 2:21 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 2:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Mereka itu terhantar di tanah dan pada segala lorong, baik tua baik muda; segala anak daraku dan segala orang terunaku sudah rebah dimakan pedang; pada hari murka-Mu sudah Kaubunuh mereka itu, sudah Kaubantai dengan tiada sayang.
Ratapan 2:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 2:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tawarikh 36:17 (IDN) »
Karena didatangkan-Nya atas mereka itu raja orang Kasdim, yang membunuh segala orang muda mereka itu dengan pedang di dalam bait-ulmukadisnya, tiada ia sayang akan orang muda mereka itu, atau akan segala anak dara, atau akan orang tua, atau akan yang putih rambutnya; sekaliannya itu diserahkannya kepada tangannya.

Zakharia 11:6 (IDN) »
Bahwasanya aku juga tiada lagi boleh sayang akan orang isi negeri ini, demikianlah firman Tuhan, karena Kulihat seorang diserahkan kepada tangan seorang dan semuanya kepada tangan rajanya, dan dihancurluluhkannya negeri itu, maka tiada boleh Aku melepaskan mereka itu dari pada tangannya.

Ratapan 3:43 (IDN) »
Engkau sudah menudungi kami dengan murka dan sudah menghambat akan kami; Engkau sudah membunuh dengan tiada menaruh sayang!
Rangkap sengsara wajar pada Ratapan 2:21
Pemercik utama teks Ratapan 2:21 adalah gambaran derita yang melanda bangsanya secara serentak dan menyentuh semua lapisan sosial: dari tua hingga muda, dari anak-anak hingga orang teruna. Pemazmur menuliskan secara tegas bahwa murka Tuhan telah menimpa umat-Nya dan membawa mereka ke kehancuran tanpa ampun. Ayat ini menekankan bahwa kemarahan ilahi bukan sekadar siksaan pribadi, melainkan tindakan penghakiman yang menimpa seluruh komunitas karena dosa bersama bangsa. Namun, konteks Ratapan menggugah kita untuk melihat juga harapan yang terselubung: meski gelap, ada janji bahwa Allah masih memegang kunci pemeliharaan dan pemulihan pada akhirnya.
Ikhtisar konteks sastra
Ratapan pasal 2 menggambarkan hancurnya Yerusalem dan Bait Allah dengan gaya yang penuh emosi: ratapan, keluhan, dan refleksi teologis. Dalam ayat ini, gambaran kehancuran meluas: semua orang dipanen oleh pedang, karena murka Tuhan. Puisi ratap ini bekerja dengan ritme pengulangan keluhan, memperlihatkan bahwa dosa komunitas membawa konsekuensi kolektif. Pembaca diajak memahami bahwa murka ilahi tidak semata-mata terjadi pada individu tertentu; ia adalah realitas masyarakat yang menolak jalan Tuhan.
Signifikansi teologis
1) Tuhan berdaulat atas sejarah: Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan mengatur masa depan bangsa melalui tindakan-teganya yang adil. Pembaca diingatkan bahwa kemaran Tuhan bukan tanpa tujuan, melainkan bagian dari proses memurnikan umat-Nya.
2) Keterpurukan sebagai bagian dari pertobatan: Ratapan memakai bahasa krisis untuk mempersiapkan hati umat kembali kepada Tuhan. Ketika runtuhnya kota mematahkan kepercayaan pada perlindungan manusia, umat belajar mengarahkan mata pada Tuhan yang sejati.
3) Keutuhan komunitas diuji: Ayat ini menunjukkan bahwa siksaan tidak hanya relevan bagi satu orang, melainkan semua strata sosial—mereka yang berkuasa maupun yang lemah—menunjukkan bahwa dosa komunitas mengubah nasib semua orang.
Rujukan lintas Alkitab (singkat)
Tanya jawab untuk renungan
Penutupan singkat
Ratapan 2:21 mengingatkan bahwa di balik kegelapan ada kekuasaan Tuhan yang berdaulat, yang mengerjakan keadilan dan memanggil umat-Nya kembali kepada jalan-Nya. Ketika kita melihat puing-puing, mari kita mencari Tuhan dengan hati yang rendah, menanti pemulihan yang datang dari kasih-Nya yang setia.
Catatan tentang kutipan klasik
Tidak ada kutipan langsung panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang dimasukkan dalam teks ini. Namun, gagasan tentang murka Tuhan yang adil, pemurnian komunitas, dan ajakan pertobatan konsisten dengan pendekatan para komentator publik-domain tersebut: kemarahan ilahi dimaknai sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk memurnikan umat-Nya.