Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 2:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahkan, Tuhanpun selaku seorang musuh, ditelan-Nya akan Israel sama sekali, segala maligainyapun sudah ditelan-Nya, dan dibinasakan-Nya segala kota bentengnya dan ditimbunkan-Nya celaka bertambah celaka di atas puteri Yehuda.
Ratapan 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 2:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ratapan 2:2 (IDN) »
Bahwa Tuhan sudah menelan semuanya, satupun tiada disayang-Nya! segala kedudukan Yakub sudah dibinasakan-Nya oleh murka-Nya, segala kota benteng puteri Yehuda sudah disamakan-Nya dengan tanah; istana baginda dan segala penghulunyapun sudah diharamkan-Nya.

Yeremia 30:14 (IDN) »
Segala taulanmu sudah melupakan dikau, tiada mereka itu bertanya akan dikau, karena engkau sudah Kupalu dengan palu musuh dan dengan sesah yang tiada sayang, sebab kejahatanmu begitu besar dan dosamupun tiada tepermanai banyaknya.

2 Raja-raja 25:9 (IDN) »
Maka dibakarnya habis akan rumah Tuhan dan akan istana raja dan segala rumah yang di Yeruzalem, sehingga segala rumah orang besar-besarpun dibakarnya habis dengan api.
Raja Ratapan 2:5 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Setting seketika ayat ini
Ayat ini bagian dari ratapan Yerusalem dalam konteks penghancuran kota dan bodohnya umat Israel yang memberontak terhadap Tuhan. Bersama dengan beberapa pasal Ratapan, ayat ini menggambarkan bagaimana Tuhan secara tegas mengejar dan menindak umat-Nya yang telah ingkar, hingga kerajaan dan kota-kota bentengnya roboh.
Apa yang ayat ini ungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan tidak tinggal diam terhadap kefasikan umat-Nya. Allah digambarkan sebagai musuh Israel karena mereka telah berbuat pemberontakan dan melanggar perjanjian-Nya. Dalam konteks ratapan ini, tindakan Tuhan ialah penghakiman yang berat tetapi bertujuan membentuk kembali umat-Nya. Iman di sini menuntut respons yang benar terhadap hukuman Tuhan: merendahkan diri, bertobat, dan berharap kepada belas kasihan-Nya di masa-masa pemulihan.
Istilah dan gambaran penting
Beberapa gambaran berat dalam ayat ini menekankan: - “ditelan-Nya” menggambarkan Tuhan secara aktif mengambil alih kekuasaan-Nya atas musuh dan kehancuran, seolah tidak ada perlindungan di bawah mata-Nya. - “maligai” (kemuliaan-benteng) ditelan, berarti kota-kota benteng pun hilang, menunjukkan hilangnya pertahanan manusia dalam menghadapi murka ilahi. - “celaka bertambah celaka” menekankan kronik kehancuran yang berlipat ganda sebagai akibat dari pemberontakan. Makna ini menuntun pembaca pada pengakuan bahwa akibat dosa mencakup semua lapisan kehidupan, bukan hanya fisik.
Guna memahami, kita juga melihat pola Tuhan sebagai penggembala yang disiplin (membentuk), bukan sekadar pembawa malapetaka. Peran-Nya sebagai Hakim adalah bagian dari kasih yang berupaya membangkitkan umat-Nya untuk kembali mengikuti jalan-Nya.
Hubungan dengan bagian lain dan rujukan silang
Beberapa bagian terkait untuk dipertimbangkan:
Rujukan silang ini menegaskan pola: pemberontakan adalah sebab hukuman, tetapi pemulihan dapat datang ketika umat merendahkan diri dan bertekun dalam iman kepada Tuhan.
Aplikasi masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketidaktaatan membawa konsekuensi serius, bahkan pada tingkat komunitas. Namun, prinsip iman tetap sama: ketika umat menanggung akibat tindakan sendiri, ada ajakan untuk bertobat, menyerahkan diri kepada Tuhan, dan percaya pada pemulihan yang datang dari belas kasihan-Nya. Dalam kehidupan gereja dan pribadi, kita diajak bertindak dengan:
Gagasan ini selaras dengan pandangan para komentator publik domain: Anthony Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, yang menekankan bahwa ayat-ayat seperti ini menegaskan keadilan Tuhan dan tujuan-Nya untuk membawa umat ke jalan benar melalui disiplin. Mereka menonjolkan bahwa iman sejati menuntun pada pertobatan dan pengharapan pada pemulihan ilahi.
Inti harapan: meski Tuhan bertindak sebagai penegak hukum atas pemberontakan umat, cuplikan kasih-Nya tetap hadir, memanggil untuk pertobatan, dan membuka pintu bagi pemulihan masa depan bagi Yehuda dan umat-Nya yang setia kepada-Nya.