Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Segala orang yang lalu di jalan itu bertepuk-tepuk tangan sebab halmu, mereka itu bersiul dan menggeleng kepala sebab hal puteri Sion, katanya: Inilah dia negeri yang dikatakan makota keelokan dan kesukaan segenap isi bumi?
Ratapan 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 48:2 (IDN) »
(48-3) Adapun bukit Sion itu elok kedudukannya, suatu kesukaan bagi segenap bumi; pada pihak utaranya adalah negeri Raja yang mahabesar.

Yeremia 18:16 (IDN) »
Demikianlah mereka itu menjadikan tanahnya akan suatu kerusakan, akan barang campah kekal; barangsiapa yang melalui akan dia, ia itu akan tercengang-cengang serta menggeleng kepalanya.

Mazmur 50:2 (IDN) »
Maka dari dalam Sion, yaitu kesempurnaan keelokan, bersinarlah Allah dengan kemuliaan-Nya.
Rangkum Inti: Pengajaran tentang Kehancuran Kota Sion
Ayat Ratapan 2:15 menampilkan gambaran pahit tentang respon orang-orang terhadap kejatuhan Yerusalim: mereka saling menertawakan, bersiul, menggelengkan kepala, dan menepuk-nepuk tangan. Nada puing-puing ini menunjukkan kehinaan publik dan kehilangan harapan bagi bangsa yang pernah merayakan kemuliaan kota Allah. Ayat ini mengarahkan pembaca kepada makna teologis kehancuran: ketika opsi-opsi manusia menilai maksud Tuhan, kebanggaan manusia diperlihatkan sebagai sesuatu yang fana dan menuntun pada pertobatan yang tulus atau pengakuan akan hukuman.
Rangkaian sastra dan konteksnya
Penuturan dalam Ratapan mengikuti pola liturgi ratapan di Yerusalem yang secara sengaja menampilkan realitas pahit: kesedihan, sindiran publik, serta permohonan akan pemulihan. Dalam konteks bab kedua, penekanan ditempatkan pada pembalasan Tuhan terhadap Yerusalem karena pelanggaran-serikat yang telah berlangsung. Saat para pengamat lewat di jalan, mereka tidak melihat kemenangan; sebaliknya, mereka menertawakan kehancuran kota dan kebanggaan puteri Sion yang dulu dipuja sebagai pusat kemuliaan bumi. Penekanan pada kata-kata seperti “negeri yang dikatakan makota keelokan” menegaskan kontradiksi antara kemuliaan yang dulu ada dan kehancuran yang sekarang nyata.
Signifikansi teologis
Ayat ini menyingkap asas teologi bahwa kemuliaan manusia dan kota dunia tidak menjadi perlindungan bagi umat ketika mereka berpaling dari jalan Tuhan. Penghakiman atas Yerusalem di Ratapan 2 mencerminkan keadilan Allah terhadap pelanggaran yang telah menumpuk, meskipun di mata manusia tampak sebagai kemunduran tanpa permulaan. Kegagalan menaruh kepercayaan pada kemegahan kota mengajarkan umat Allah untuk menempatkan harapan pada kesetiaan Tuhan dan pemulihan yang datang dengan pertobatan.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ratapan 2:15 menuntun pembaca untuk melihat bahwa kemuliaan duniawi bersifat rapuh. Reaksi publik terhadap kejatuhan Yerusalem menegaskan realitas bahwa Allah berdaulat atas sejarah manusia, dan panggilan bagi umat-Nya adalah kembali kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh. Harapan tidak hilang di tengah puing; pemulihan datang bagi mereka yang berserah kepada-Nya.
Catatan kutipan klasik (ringkas)
Kutipan langsung singkat dari para komentator berbahasa Inggris kuno dalam karya-karya publik domain mungkin terdengar seperti: “The people mocked at the ruin of Zion” (paraphrase). Catatan ini dimaksudkan sebagai rujukan umum bagi gaya tafsir mereka, tanpa menyalin kata demi kata secara penuh.
Cross-references (singkat)
Yesaya 3:26; Mazmur 137:5-6; Yakobus 5:7-9 — Ketiganya menawarkan pandangan bagaimana umat Allah menghadapi kehilangan dan bagaimana Tuhan mengarahkan hati manusia kepada kesetiaan yang sejati, meskipun situasi tampak tanpa harapan.