Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 11:1 Hakim-hakim 11:2 Hakim-hakim 11:3 Hakim-hakim 11:4 Hakim-hakim 11:5 Hakim-hakim 11:6 Hakim-hakim 11:7 Hakim-hakim 11:8 Hakim-hakim 11:9 Hakim-hakim 11:10 Hakim-hakim 11:11 Hakim-hakim 11:12 Hakim-hakim 11:13 Hakim-hakim 11:14 Hakim-hakim 11:15 Hakim-hakim 11:16 Hakim-hakim 11:17 Hakim-hakim 11:18 Hakim-hakim 11:19 Hakim-hakim 11:20 Hakim-hakim 11:21 Hakim-hakim 11:22 Hakim-hakim 11:23 Hakim-hakim 11:24 Hakim-hakim 11:25 Hakim-hakim 11:26 Hakim-hakim 11:27 Hakim-hakim 11:28 Hakim-hakim 11:29 Hakim-hakim 11:30 Hakim-hakim 11:31 Hakim-hakim 11:32 Hakim-hakim 11:33 Hakim-hakim 11:34 Hakim-hakim 11:35 Hakim-hakim 11:36 Hakim-hakim 11:37 Hakim-hakim 11:38 Hakim-hakim 11:39 Hakim-hakim 11:40


Interpretive Point
Hakim-hakim 11:28 menunjukkan kekesongan dan kegagalan respons raja bani Ammon terhadap pesan Yefta. Meskipun Yefta telah mengutus utusan dengan maksud damai dan perjanjian, sang raja menolak dan mengandalkan kekuatan sendiri. Ayat ini menegaskan tema yang berulang sepanjang kitab Hakim: keberanian individu Allah untuk memikul umat-Nya di tengah penolakan manusia, dan jalan Tuhan yang sering bertentangan dengan jalan manusia.
Konteks Sastra
Bagian ini berada dalam kisah Yefta, seorang hakim yang berjuang untuk menyelamatkan Israel dari serangan bangsa Amon. Sebagai latar, Yefta telah berjanji kepada Tuhan untuk mempersembahkan sesuatu yang berharga jika Israel diselamatkan. Ketika utusan Yefta kembali dengan perjanjian damai, raja bani Ammon menolak perkataannya. Ketegangan ini memperlihatkan bagaimana antara janji manusia dan rencana ilahi terjadi penolakan dunia terhadap rencana Tuhan.
Wawasan Teologis
Ayat ini menekankan tema otonomi manusia versus kedaulatan Allah. Penolakan sang raja bani Ammon menggarisbawahi bahwa kehendak manusia sering bertentangan dengan tujuan keselamatan yang Allah bikan melalui nabi atau hakim yang dipakai-Nya. Dalam konteks kitab Hakim, hal ini mengangkat citra bahwa penolakan dunia tidak menghalangi Allah bekerja melalui umat-Nya untuk menyatakan keselamatan-Nya di tengah kekacauan.
Refleksi Terkait Alkitab
Beberapa garis hubungan penting dalam Kitab Suci:
Pertanyaan untuk Renungan
Rujukan silang (dalam singkat)
1) 1 Samuel 12:22-23 — Allah tetap bekerja melalui umat-Nya meski bangsa menentang. 2) Amsal 21:30-31 — rencana hati manusia sering gagal, tetapi Tuhan yang menentukan jalan kemenangan. 3) Roma 8:28 — Allah bekerja dalam segala perkara untuk kebaikan mereka yang memanggil-Nya.
Ringkasan Penutup
Ayat 28 menekankan realitas kontras antara penolakan manusia terhadap penyataan Tuhan dan loyalitas Allah terhadap umat-Nya. Kisah Yefta mengajak pembaca untuk tetap berpegang pada panggilan ilahi, meski respons dunia tidak mendukung. Dalam kerangka kitab Hakim, kita melihat bagaimana Tuhan tetap bekerja melalui tokoh-tokoh manusia untuk membawa keselamatan, meskipun umat-Nya sering tidak mendapat dukungan penuh dari lingkungan sekitar.
Kutipan singkat yang relevan: "Nevertheless, the king of the Ammonites would not listen to the words of Jephthah" (paraphrase).