Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 11:1 Hakim-hakim 11:2 Hakim-hakim 11:3 Hakim-hakim 11:4 Hakim-hakim 11:5 Hakim-hakim 11:6 Hakim-hakim 11:7 Hakim-hakim 11:8 Hakim-hakim 11:9 Hakim-hakim 11:10 Hakim-hakim 11:11 Hakim-hakim 11:12 Hakim-hakim 11:13 Hakim-hakim 11:14 Hakim-hakim 11:15 Hakim-hakim 11:16 Hakim-hakim 11:17 Hakim-hakim 11:18 Hakim-hakim 11:19 Hakim-hakim 11:20 Hakim-hakim 11:21 Hakim-hakim 11:22 Hakim-hakim 11:23 Hakim-hakim 11:24 Hakim-hakim 11:25 Hakim-hakim 11:26 Hakim-hakim 11:27 Hakim-hakim 11:28 Hakim-hakim 11:29 Hakim-hakim 11:30 Hakim-hakim 11:31 Hakim-hakim 11:32 Hakim-hakim 11:33 Hakim-hakim 11:34 Hakim-hakim 11:35 Hakim-hakim 11:36 Hakim-hakim 11:37 Hakim-hakim 11:38 Hakim-hakim 11:39 Hakim-hakim 11:40



Hakim-hakim 11:26 (IDN) – Ringkasan dan Makna
Pasal ini menampilkan dialog antara hakim Yeksin (Yahweh) dan imam-pria raja-raja Moab, dengan konteks historis tentang penindasan bangsa Israel serta pilihan yang berhubungan dengan tanah dan warisan. Ayat 26 menegaskan bahwa Israel telah tinggal dalam wilayah mereka selama tiga ratus tahun, dari zaman Hezbon, Aroer, dan daerah tepi Arnon, tetapi mereka tidak merebut kembali tanah itu selama masa tersebut. Ayat ini menonjolkan tema kedaulatan Allah, ketidaktaatan umat, serta konsekuensi sejarah bangsa yang mengabaikan hak milik yang Tuhan telah berikan kepada mereka.
Ayat dalam konteks pasal
Pada Hakim-hakim 11 secara umum, Yefta (Jephthah) berbicara dengan bangsa Israel tentang sumpah dan pengakuan kenabian. Pasal 11 menyoroti warisan tanah yang Tuhan berikan kepada Israel dan bagaimana ketidaktaatan manusia bisa memperpanjang sengketa tanah. Ayat 26 secara spesifik menegaskan lamanya Israel berada di wilayah-wilayah tersebut, sebagai pengakuan atas status quo historis sebelum campur tangan penguasa asing dan upaya pembebasan lebih lanjut.
Inti pelajaran rohani
Perbandingan dengan bagian lain
- Ulangan 1:36–38 menekankan pentingnya memanfaatkan karunia tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Israel; pelajaran serupa muncul di Rut 1 (kedaulatan Tuhan atas tanah dan garis keturunan) sebagai konteks bagaimana umat menanggapi janji Allah.
- Yosua mengisahkan pembagian tanah sebagai warisan suku-suku Israel dan perlunya menjaga ketetapan Tuhan agar tetap bereskalasi dalam penyediaan tanah bagi masing-masing suku.
- Judulendara menunjukkan bagaimana ketegangan antara perjanjian Allah dan tindakan manusia berdampak pada stabilitas wilayah.
Aplikasi praktis
Nasihat bagi pembaca hari ini adalah untuk menilai bagaimana kita menanggapi janji-janji Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita aktif beriman untuk merebut bagian yang Tuhan janjikan secara rohani—misalnya kedalaman hubungan dengan-Nya, pemulihan hubungan sesama, dan pemanfaatan talenta untuk kemuliaan Allah—atau kita menunda-nunda dan membiarkan situasi berlarut-larut tanpa usaha berserah kepada Allah?
Cross-references (singkat)
- Ulangan 1:36–38 — Allah mendorong umatnya untuk percaya dan menaklukkan janji-Nya dengan taat; mengingatkan bahwa pewarisan tanah juga bergantung pada respons iman.
- Yosua 21:43–45 — pemenuhan pembagian tanah bagi suku Israel menunjukkan fidelitas Allah yang meneguhkan perjanjian-Nya meskipun ada tantangan.
- Hakim-hakim 1:19–21 — pengalaman pertempuran dan pemilikan tanah menjadi cermin bagaimana bangsa perlu mengandalkan Tuhan bukan diri sendiri.
Inti penutupan
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat sejarah sebagai pelajaran: Tuhan setia pada janji-Nya, tetapi tanggung jawab manusia adalah menerima, mempertahankan, dan menindaklanjuti karunia itu dengan iman yang aktif. Dalam konteks Hakim-hakim, ketidaktaatan membawa konsekuensi historis, sementara iman yang hidup menghasilkan pembebasan dan pemulihan wilayah berkat Tuhan.
Catatan kutipan ringkas (ekstra)| Prinsip-prinsip dari para komentator era lama sering menekankan kedaulatan Allah dan tanggung jawab umat. Jika ada bagian yang menyiratkan kata-kata khusus para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke, catatan ini akan menampilkan potongan ringkas yang relevan secara sesuai. Namun, tidak ada kutipan eksak panjang yang disertakan di sini karena fokusnya pada gambaran umum konteks dan makna ayat.