Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 11:1 Hakim-hakim 11:2 Hakim-hakim 11:3 Hakim-hakim 11:4 Hakim-hakim 11:5 Hakim-hakim 11:6 Hakim-hakim 11:7 Hakim-hakim 11:8 Hakim-hakim 11:9 Hakim-hakim 11:10 Hakim-hakim 11:11 Hakim-hakim 11:12 Hakim-hakim 11:13 Hakim-hakim 11:14 Hakim-hakim 11:15 Hakim-hakim 11:16 Hakim-hakim 11:17 Hakim-hakim 11:18 Hakim-hakim 11:19 Hakim-hakim 11:20 Hakim-hakim 11:21 Hakim-hakim 11:22 Hakim-hakim 11:23 Hakim-hakim 11:24 Hakim-hakim 11:25 Hakim-hakim 11:26 Hakim-hakim 11:27 Hakim-hakim 11:28 Hakim-hakim 11:29 Hakim-hakim 11:30 Hakim-hakim 11:31 Hakim-hakim 11:32 Hakim-hakim 11:33 Hakim-hakim 11:34 Hakim-hakim 11:35 Hakim-hakim 11:36 Hakim-hakim 11:37 Hakim-hakim 11:38 Hakim-hakim 11:39 Hakim-hakim 11:40



Pemaknaan Ayat Hakim-hakim 11:39 (IDN)
Inti dari ayat ini adalah kembalinya nabi/pelaku nazar kepada keluarganya setelah masa nazar, lalu kematiannya menandai berakar kuatnya tradisi nazar di antara orang Israel: ketika seseorang seorang nazar berakhir tanpa ada kejelasan, keluarganya menanggung konsekuensi spiritual dan sosialnya.
Latar belakang kontekstual
Hakim-hakim pasal 11 menceritakan kisah Yefta (Yefta bin Gilead), yang menaruh nazar kepada Tuhan jika menang pertempuran. Kemenangannya membuat ia berjanji, jika pulang dengan selamat, ia mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan. Ketika ia kembali, istri dan anak lelakinya menanti. Tiba-tiba, tekad nazar menjadi bagian identitas keluarga, dan ayat 39 menekankan bahwa setelah dua bulan ia kembali ke ayahnya untuk menyelesaikan nazarnya, dan ia tidak menikah sebelum meninggal—yang menjadi contoh kebiasaan di Israel bahwa nazar bisa membentuk jalur hidup seseorang hingga kematiannya. Peringatan pentingnya menyadari janji kepada Tuhan dan konsekuensi social di antara komunitas Israel pada masa itu.
Observasi interpretatif
Gagasan teologis singkat
Nasihat utama: kesetiaan pada janji kepada Tuhan perlu diselaraskan dengan hikmat kasih dan pertimbangan yang bertanggung jawab. Nazarnya Yefta mengajarkan nilai komitmen pribadi, tetapi juga menampilkan betapa seriusnya konsekuensi hidup yang terkait dengan pengambilan nazar.
Tautan lintas Alkitab
Rangkaian penafsiran singkat dari sumber berbudaya publik domain
Beberapa penafsir berpendapat bahwa ayat ini menekankan dampak sosial dari nazar dan bagaimana tradisi memperingati komitmen kepada Tuhan. Matthew Henry menyoroti kesetiaan Yefta terhadap sumpahnya, meskipun dalam konteks yang berat; Albert Barnes menekankan bahwa nazar menjadi pembelajaran mengenai kehati-hatian dalam berjanji; Adam Clarke menambahkan pandangan bahwa praktik nazar mencerminkan cara komunitas Israel menjaga pemujaan tulus, meskipun kadang ujungnya membawa unsur tragedi. (Cuplikan singkat dari komentar mereka disajikan secara ringkas tanpa kutipan panjang.)
Ringkasan praktis
Inti teologisnya: kisah ini menunjukkan pentingnya integritas pribadi di hadapan Allah dan kesadaran bahwa keputusan nazar berdampak luas, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang-orang terkasih dan komunitas iman.