Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 10:1 Hakim-hakim 10:2 Hakim-hakim 10:3 Hakim-hakim 10:4 Hakim-hakim 10:5 Hakim-hakim 10:6 Hakim-hakim 10:7 Hakim-hakim 10:8 Hakim-hakim 10:9 Hakim-hakim 10:10 Hakim-hakim 10:11 Hakim-hakim 10:12 Hakim-hakim 10:13 Hakim-hakim 10:14 Hakim-hakim 10:15 Hakim-hakim 10:16 Hakim-hakim 10:17 Hakim-hakim 10:18



Hakim-hakim 10:1 (IDN) - Tola bin Pua
Ayat ini menempatkan kelanjutan kisah hakim Israel setelah kemerosatan Abimelekh, meskipun Abimelekh sendiri bukan hakim yang dipilih Tuhan. Ketika keadaan Israel pulih dari kekacauan yang dipicu oleh penguasa sesudah puak-puak menentang Tuhan, muncul Tola bin Pua bin Dodo, seorang Isakhar, sebagai pemimpin sementara untuk menolong umat-Nya. Ia menetap di Samir, di atas pegunungan Efrayim. Ayat ini menekankan bahwa kepemimpinan rohani dan perlindungan Allah dapat datang dari figur yang relatif sepi, dan menunjukkan pola Alkitab tentang pemberian hakim untuk memulihkan ketertiban di antara bangsa Israel.
Inti makna Ayat
Ayat ini menyoroti keberadaan seorang hakim pembantu yang dipakai Tuhan untuk menenangkan bangsa di masa krisis. Tola bukan tokoh besar berkuasa, melainkan seorang yang dipakai Allah untuk menjaga ketertiban dan mengarahkan umat kepada ketaatan kepada perjanjian. Penempatan tempat duduknya di Samir‑Efrayim menonjolkan bahwa pengaruh kepemimpinan bisa tumbuh dari wilayah terpencil, tetapi dampaknya menyentuh seluruh Israel.
Tema-tema utama
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Beberapa referensi relevan yang menjelaskan pola serupa dalam kitab Hakim-hakim:
Refleksi praktis
Pertanyaan kita adalah bagaimana kita merespon masa-masa kelam dengan kepercayaan yang tenang kepada Allah yang menyediakan pemimpin-pemimpin lemah tapi setia. Ketika kita melihat kenyataan bahwa pemimpin besar tidak selalu diperlukan untuk membawa perubahan, kita diingatkan untuk menghargai peran orang-orang sederhana yang setia dalam komunitas iman. Dengarkan petunjuk Tuhan lewat suara hati nurani, komunitas gereja, dan persekutuan yang setia.
Pemahaman berbasis komentar historis (ringkas)
Bentuk komentar klasik menyoroti bahwa Tola adalah figur pendamai yang dipakai Tuhan untuk menstabilkan keadaan setelah ketidakteraturan Abimelekh. Kutipan ringkas dari karya para komentator publik domain menekankan bahwa hakim-hakim dalam periode ini sering muncul sebagai jawaban Tuhan terhadap doa bangsa, meskipun tidak semua tokoh berperan sebagai nabi atau raja. Mereka menekankan ketergantungan umat pada Tuhan di tengah tantangan eksternal maupun internal.
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membatasi cara-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya. Dalam kemelut, Dia mengangkat Tola sebagai pembawa pengharapan dan penegak ketertiban. Pemafaan Tanah Israel melalui pemimpin-pemimpin yang rendah hati mengarahkan umat untuk kembali kepada ketaatan perjanjian-Nya.