Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 3:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi biarlah berjarak antara kamu dengan dia kira-kira dua ribu hasta, ukuran yang biasa; jangan kamu lebih hampir kepadanya, supaya dapat diketahui olehmu akan jalan yang patut kamu turut, karena kamu tiada tahu menurut jalan ini kelemarin atau kelemarin dahulu.
Yosua 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 3:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Tawarikh 11:2 (IDN) »
Maka sudah lama dahulu, tatkala Saul lagi raja, tuanku juga yang menghantar akan orang Israel keluar dan menghantar akan mereka itu masuk pula; lagipun Tuhan, Allah tuanku, telah berfirman kepada tuanku demikian: Bahwa engkau juga kelak akan menggembalakan umat-Ku, yaitu orang Israel, dan engkaupun akan menjadi penganjur segala umat-Ku, yaitu orang Israel.

Mazmur 89:7 (IDN) »
(89-8) Maka Allah amat diketakuti dalam majelis orang suci dan hebatlah adanya di atas segala yang berdiri kelilingnya.

Ibrani 12:28 (IDN) »
Sebab itu, sedangkan kita menerima kerajaan yang tiada bergerak, baiklah kita bersyukur, maka dengan jalan itu dapat kita berbuat ibadat yang berkenan kepada Allah dengan hormat dan takut;
Mengapa Ayat Ini Penting
Yosua 3:4 menata pola tindakan umat Israel saat menyeberangi Sungai Yordan. Ayat ini menekankan pentingnya menjaga jarak yang tepat antara umat Israel dengan tabut perjanjian, demi keselamatan dan pemahaman langkah-langkah yang perlu diambil. Ketepatan jarak menunjukkan disiplin iman: mereka mengikuti pimpinan Allah dengan hati-hati, bukan mengandalkan insting semata. Ayat ini juga memberi gambaran tentang kesiapan moral dan spiritual untuk langkah-langkah besar yang mengubah nasib bangsa.
Latar Belakang Asli
Saat Musa telah wafat, Yosua memimpin Israel memasuki Tanah Kanaan. Perjalanan mereka menuju Yerikho melibatkan persiapan ritual dan praktis. Ujian pertama adalah penyebrangan Sungai Yordan pada masa sungai sedang meluap. Allah memerintahkan umat untuk menjaga jarak tertentu dari Tabut Perjanjian agar mereka dapat melihat jalan yang patut ditempuh dan menghindari kesombongan atau kemalangan karena melampaui batas.
Inti Pesan Ayat
Ada dua unsur utama dalam perintah ini:
Gagasan Alkitabiah yang Mendukung
Beberapa tema yang relevan meliputi:
Beberapa Silang Ayat yang Relevan
Berikut beberapa referensi lintas yang menambah pemahaman terhadap pola pengikut Allah dalam perjalanan iman:
Penjelasan Singkat dari Pustaka Pendapat Terkemuka
Tafsiran klasik menekankan bahwa jarak yang ditentukan adalah simbol kepatuhan total terhadap pimpinan Allah. Penekanannya pada penglihatan jelas tentang jalan yang patut ditempuh, bukan sekadar keberanian manusia. Dalam rangka ini, para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa tindakan menjaga jarak merupakan persiapan batin untuk menerima mukjizat Allah dan mencegah kesombongan saat melihat penyebaran air Yordan yang dibelah.
Agen Pembelajaran: Inti Aplikasi
Refleksi Devotional
Ketika kita menapaki perubahan besar dalam hidup—entah pindah rumah iman, pekerjaan baru, atau pelayanan—kiranya kita meniru teladan umat Israel: menimbang langkah dengan tepat, mengikuti pimpinan Tuhan, dan menjaga jarak yang menjaga hati tetap tunduk kepada-Nya. Allah yang memimpin kita juga yang membuka jalan di hadapan kita. Biarlah kita percaya bahwa dengan kerendahan hati dan ketaatan, langkah kita akan secara jelas menunjukkan jalan yang patut kita ikuti, karena Dia tahu masa depan kita lebih baik daripada yang kita ketahui sendiri.
Quotable dalam Tradisi Terkait
Catatan singkat dari para penafsir klasik: “Ketaatan pada batas yang ditetapkan Allah bukan kekangan, melainkan perlindungan bagi kita untuk melihat arah-Nya lebih jelas.” (parafrase dari gagasan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke)