Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 3:16 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 3:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka berhentilah air yang mengalir dari atas, lalu bertimbun-timbun jauh sampai ke negeri Adam, yang di sebelah Zartan duduknya, maka air yang mengalir ke tasik yang di padang, yaitu ke Tasik-Masin, diceraikan sampai surutlah sama sekali. Maka menyeberanglah orang banyak itu bertentangan dengan negeri Yerikho.
Yosua 3:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 3:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 14:3 (IDN) »
Maka mereka itu sekalian berhimpunlah di padang Sidim, yaitu sekarang tasik Air masin.

1 Raja-raja 7:46 (IDN) »
Maka dengan titah baginda sekalian itu dituang dalam tanah liat di padang Yarden antara Sukot dengan Zartan.

Yosua 3:13 (IDN) »
Maka akan jadi kelak, apabila tapak kaki segala imam yang mengusung tabut perjanjian Hua, Tuhan semesta alam sekalian, itu berhenti dalam air Yarden, maka air Yarden itu akan terbelah, dan air yang mengalir dari atas itu akan berhenti menjadi suatu timbunan.
Makna Ayat Yosua 3:16 (IDN)
Pada saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan dengan iman kepada Tuhan, air sungai itu terhenti di hulu hingga orang banyak melintas di tanah kering. Ayat ini menegaskan mukjizat Allah yang meneguhkan sumpah-Nya kepada umat-Nya: Dia menjamin pembebasan dan perkenanan ketika peperangan dan rencana-Nya menuntut kepercayaan penuh.
Latar Belakang Kontekstual
Setelah kelahiran kembali keluar dari Mesir, bangsa Israel siap memasuki Tanah Perjanjian. Pekerjaan Allah dinyatakan melalui mukjizat pembelahan sungai untuk menyeberangkan mereka ke Yerikho dan wilayah sekitarnya. Peristiwa ini mengikuti persiapan pemimpin Yosua, tanggung jawab suci, dan kohort suku-suku yang bersatu di hadapan Allah untuk melanjutkan rencana-Nya.
Observasi Interpretatif
Gagasan Utama
Rujukan Terkait
Yosua 3:17 - Umat menyeberang sambil melihat pemimpin mereka, Yosua, yang mengawasi langkah-langkah iman; Allah menyertai secara nyata.
Yosua 4:23-24 - Pemeringkatan peristiwa berfungsi sebagai pengajaran bagi generasi berikutnya tentang kuasa Allah yang membolehkan umat-Nya melangkah dengan keyakinan.
Mazmur 46:4-5 - Gambaran tentang sungai Tuhan yang menyediakan perlindungan dan pertolongan bagi umat-Nya selama badai kehidupan.
Catatan Singkat dari Penafsir Terbuka
Matthew Henry menekankan bahwa pembelahan sungai menandai pemisahan antara masa kegelapan dan masa janji; Tuhan berkuasa mengatur rintangan alam untuk memunculkan kepercayaan yang lebih besar. Albert Barnes menyoroti aspek praktis: tindakan iman umat menuju tanah perjanjian memerlukan kepercayaan penuh pada penyertaan ilahi. Adam Clarke menggarisbawahi bahwa mukjizat ini menegaskan hak milik Tuhan atas Tanah Perjanjian dan ketaatan umat-Nya sebagai syarat berkat. (Cuplikan singkat dari karya-karya para penafsir publik domain ini disorot secara ringkas tanpa menyalin teks penuh.)
Arah Praktis Singkat
Ketika langkah iman tampak menantang, bukan bergantung pada kekuatan sendiri, melainkan pada kepercayaan kepada Tuhan yang setia. Umat percaya bahwa Tuhan menyiapkan jalan melalui ujian untuk mencapai tujuan-Nya, asalkan mereka taat dan berpegang pada janji-Nya.