Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 3:15 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 3:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Serta sampailah orang yang mengusung tabut itu kepada Yarden dan kaki imam yang mengusung tabut itu baharu masuk ke dalam air yang di tepi (adapun Yarden itu sebaklah pada segala tepinya pada segala hari musim menuai),
Yosua 3:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 3:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Tawarikh 12:15 (IDN) »
Maka mereka itu juga yang menyeberang Yarden pada bulan yang pertama, yaitu tatkala sungai itu sebaklah pada segala tepinya dan dihalaukannya segala orang yang di padang itu pada sebelah timur dan pada sebelah barat.

Yosua 4:18 (IDN) »
Maka sesungguhnya serta segala imam yang mengusung tabut perjanjian Tuhan itu telah keluar dari dalam Yarden, dan baharu tapak kaki segala imam itu menjejakkan darat, maka kembalilah air Yarden itu kepada tempatnya serta mengalir seperti kelemarin dan kelemarin dahulu pada segala tepinya.

Yeremia 12:5 (IDN) »
Jikalau engkau berjalan serta dengan orang yang berjalan kaki, maka dipenatkannya engkau; entah bagaimana halmu jikalau engkau bercampur dengan orang berkuda! jikalau engkau harap hanya di dalam negeri yang sentosa, entah apa akalmu apabila sebaklah Yarden?
Yosua 3:15 dalam Konteks Perjalanan Bangsa Israel
Ayat ini berada pada momen penyeberangan Yordan, saat bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian di bawah kepemimpinan Yosua. Tabut perjanjian diikuti oleh umat, imam-imam yang membawa tabut melangkah ke tepi sungai Yordan yang sedang banjir karena musim panen. Peristiwa ini menandai permulaan pemeliharaan janji Allah: masuknya umat ke tanah yang dijanjikan, melalui penyertaan-Nya yang nyata.
Makna utama ayat
Inti ayat ini adalah tindakan iman yang terlihat: ketika kaki imam yang membawa tabut (perwujudan kehadiran Allah di tengah umat) menyentuh air Yordan, pekerjaan keselamatan Tuhan dimulai melalui kinerja-Nya sendiri—air berpisah dan umat dapat menyeberang dengan selamat. Ayat ini menekankan kepatuhan umat kepada perintah Allah dan kehadiran-Nya yang memberkati langkah langkah yang kelihatan sederhana sekalipun.
Tema-tema kunci
Hubungan dengan bagian-bagian lain
Beberapa bagian terkait adalah:
Cross-references singkat
Refleksi praktis
Ayat ini mendorong kita untuk melihat bagaimana iman praktis bekerja: tindakan kecil yang patuh kepada perintah Allah bisa menjadi pintu masuk bagi pembaruan besar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk melangkah maju walau jalannya tidak sepenuhnya jelas, asalkan kita mengikuti kehadiran-Nya dan percaya bahwa-Nya mengarahkan langkah kita.
Ringkasan singkat
Yosua 3:15 menggambarkan momen kunci ketika tabut menyentuh tepi Yordan dan imam melangkah masuk ke dalam air. Dalam keadaan banjir karena musim panen, Allah menunjukkan kuasa-Nya untuk membuka jalan bagi umat yang taat. Ayat ini menegaskan iman yang nyata, ketaatan, dan penyertaan Allah sebagai dasar penyebrangan menuju janji-Nya.
Catatan referensi singkat karya para komentator publik domain: Muhammad Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa langkah iman yang terlihat melalui perwiraan tabut menjadi tanda bahwa keselamatan berasal dari Allah sendiri, yang memimpin umat-Nya melewati rintangan menuju tanah yang telah dijanjikan. Frasa kunci seperti “tabut itu baharu masuk ke dalam air” menegaskan bahwa kehadiran Allah menjadi inti pemulihan umat.