Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 2:17 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 2:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kata kedua orang itu kepadanya: Bahwa sucilah kami dari pada sumpahmu ini, yang telah kausuruh kami bersumpah,
Yosua 2:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 2:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 19:11 (IDN) »
Jangan kamu mencuri, dan jangan kamu berdusta, dan jangan kamu menipu seorang akan seorang.

Bilangan 30:2 (IDN) »
Apabila seorang laki-laki telah bernazar kepada Tuhan atau telah berjanji dengan sumpah hendak menjauhkan dirinya dari pada barang sesuatu, maka jangan ia mungkir akan janjinya, barang apapun baik yang telah keluar dari pada mulutnya tak akan jangan disampaikannya juga.

2 Samuel 21:7 (IDN) »
Tetapi disayangi baginda akan Mefiboset bin Yonatan, putera Saul, oleh karena sumpah demi Tuhan yang di antara keduanya, yaitu di antara Daud dengan Yonatan bin Saul itu.
Yosua 2:17 (IDN) — Imbal Sumpah Rahasia
Setelah Rahab menyembunyikan para mata-mata Israel dan mereka berseru kepada Allah untuk melindungi rahasia peristiwa ini, kedua pengintai menguatkan janji yang telah mereka buat sebelumnya. Mereka menegaskan bahwa Rahab tidak boleh membocorkan informasi tentang pelindung mereka, karena itu akan membatalkan sumpah perlindungan yang telah mereka berikan. Ayat ini menunjukkan bagaimana Allah bekerja melalui iman dan kehendak manusia yang taat, sambil menilai kesetiaan yang lahir dari ketidakpastian situasi.
Tema utama teks
Ayat ini menekankan kesetiaan Allah terhadap umat-Nya dan tanggung jawab manusia untuk menepati sumpah, meskipun keadaan terasa sulit atau penuh risiko. Pengakuan para pengintai bahwa Rahab telah berbuat sesuatu yang melibatkan sumpah mereka menempatkan iman pada tindakan manusia yang percaya pada Tuhan, bukan pada kekuasaan atau kekuatan duniawi.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan ajaran Alkitab lainnya
Beberapa bagian menyinggung pentingnya integritas sumpah dan perlindungan ilahi ketika umat Tuhan bertindak dengan iman. Ini sejalan dengan penekanan dalam kitab Hakim-Hakim dan Tobat,再 pada kredibilitas tindakan manusia yang percaya kepada Tuhan meski berada di bawah tekanan.
Rujukan silang yang relevan
Konteks edisi masa kini
Dalam menghadapi situasi berbahaya, kandungan ayat ini mengingatkan kita bahwa kepercayaan kepada Tuhan melibatkan tanggung jawab pribadi untuk menjaga integritas sumpah dan menjaga rahasia orang lain saat itu diperlukan. Allah tidak hanya melihat tindakan mulut untuk menaruh janji, tetapi juga bagaimana hati menepati janji itu ketika diuji.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Inti pesan dari bagian ini menggarisbawahi bahwa iman Israel dinilai lewat keabsahan tindakan manusia ketika mereka berada di bawah perlindungan dan arahan Tuhan. Ketika umat beriman tetap setia pada sumpah yang telah dibentuk di hadapan Allah, jawabannya tak hanya pada perlindungan fisik, tetapi pada kepercayaannya bahwa Tuhan penuh dengan kasih dan setia di tengah-tengah risiko.
Beberapa catatan dari penafsiran klasik menyoroti bahwa sumpah manusia bisa menjadi alat Allah untuk menegaskan jalur-Nya. Perhatian utama adalah integritas dan keberanian untuk tetap setia kepada Allah meski menghadapi konsekuensi berat.
Quotations from the public-domain commentaries (selected) are included as stylistic aids only, with exact brief phrases drawn from: Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke, where applicable and exact text is retained in brief form:
“Kepercayaan menuntut tindakan; iman yang hidup menuntut ketaatan.”
“Sumpah manusia adalah cerminan dari kesetiaan Allah terhadap umat-Nya.”