Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 2:11 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 2:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka serta kedengaranlah sekalian itu kepada kami, maka hilanglah hati kami, tiada tinggal lagi nyawa dalam barang seorang, dari sebab takut akan kamu; karena Tuhan, Allahmu, itulah Allah, baik di dalam langit yang di atas baik di atas bumi yang di bawah.
Yosua 2:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 2:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 4:39 (IDN) »
Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.

Yosua 5:1 (IDN) »
Arakian, maka serta kedengaranlah kabar kepada segala raja orang Amori, yang pada sebelah barat Yarden, dan kepada segala raja orang Kanani, yang pada tepi laut, mengatakan Tuhan sudah mengeringkan air Yarden di hadapan bani Israel sampai sudah kami sekalian menyeberang, maka hilanglah hati mereka itu, tiada lagi nyawa dalamnya dari sebab takutnya akan bani Israel.

Yosua 7:5 (IDN) »
Maka orang Ai membunuh kira-kira tiga puluh enam orang dari pada mereka itu dan lagi diusirnya akan mereka itu dari pada pintu negerinya datang kepada Syebarim, lalu dipecah-pecahkannya mereka itu pada curam bukit, maka hilanglah hati orang banyak itu menjadi tawarlah seperti air.
Ringkasan Pembaca: Yosua 2:11 (IDN)
Ayat ini mengungkap reaksi iman dan ketakutan yang mendalam dari para penghulu Yordan, Rachab, dan penduduk Yerikho setelah melihat mukjizat dan mendengar kisah perjalanan bangsa Israel. Mereka menyadari bahwa Allah Israel adalah Allah yang berkuasa di langit dan di bumi. Ayat ini menegaskan satu prinsip teologis penting: pengakuan akan keberadaan dan kemahakuasaan Tuhan membawa dampak nyata pada hati manusia.
Ayat dalam konteks pasal
Dalam Yosua pasal 2, kisah pengintai Israel di Yerikho menggambarkan bagaimana Rachab melindungi mereka dan bagaimana akal budi dunia yang menentang Israel akhirnya tunduk di hadapan Tuhan. Pernyataan “Tuhan, Allahmu, itulah Allah” muncul sebagai pengakuan imamiah dari seorang non-Israel yang akhirnya mengenali identitas Allah Israel sebagai Allah di langit maupun di bumi. Respons hati ini menyiapkan landasan bagi perlindungan Yerikho berjalan dalam rencana Tuhan, meskipun Yerikho sendiri akan dihancurkan.
Pelajaran utama rohani
Perbandingan alkitabiah yang relevan
Beberapa ayat terkait menguatkan tema ini:
Aplikasi praktis bagi pembaca modern
Dengan memahami ayat ini, pembaca didorong untuk:
Cross-references singkat dan pemahaman singkatnya
Beberapa rujukan singkat yang relevan:
Penutup: inti pesan bagi pembaca
Ayat ini menegaskan bahwa pengakuan terhadap Tuhan yang berkuasa membawa perubahan hati dan arah hidup. Ketakutan manusia terhadap kuasa duniawi dapat dilembutkan oleh kesadaran bahwa Allah yang kita layani adalah Allah yang berkuasa di langit dan di bumi. Pengakuan itu menuntun pada iman yang beraksi dalam ketaatan nyata.
Catatan singkat: Kutipan singkat dari para komentator publik domain tidak selalu tersedia dalam bahasa Indonesia asli untuk ayat ini. Namun, gagasan umum yang diberi penekanan adalah pentingnya iman hidup yang berakar pada pengakuan akan keesaan dan kekuasaan Tuhan. (Penafsiran didasarkan pada karya-karya komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke secara umum.)