Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 18:1 Yohanes 18:2 Yohanes 18:3 Yohanes 18:4 Yohanes 18:5 Yohanes 18:6 Yohanes 18:7 Yohanes 18:8 Yohanes 18:9 Yohanes 18:10 Yohanes 18:11 Yohanes 18:12 Yohanes 18:13 Yohanes 18:14 Yohanes 18:15 Yohanes 18:16 Yohanes 18:17 Yohanes 18:18 Yohanes 18:19 Yohanes 18:20 Yohanes 18:21 Yohanes 18:22 Yohanes 18:23 Yohanes 18:24 Yohanes 18:25 Yohanes 18:26 Yohanes 18:27 Yohanes 18:28 Yohanes 18:29 Yohanes 18:30 Yohanes 18:31 Yohanes 18:32 Yohanes 18:33 Yohanes 18:34 Yohanes 18:35 Yohanes 18:36 Yohanes 18:37 Yohanes 18:38 Yohanes 18:39 Yohanes 18:40



Intisari Makna Yohanes 18:2 (IDN)
Makna ayat ini sederhana: Yudas, yang telah menyerahkan Yesus, juga mengetahui tempat yang dipakai oleh-Nya untuk berkumpul dengan murid-murid-Nya karena seringkali Yesus berhimpun di situ. Pengetahuan Yudas tentang kebiasaan Yesus menegaskan dia sengaja mengikuti langkah-langkah yang telah diketahui untuk memetakan rencana penangkapan.
Latar Konteks Singkat
Ayat ini berada dalam rangkaian kisah penangkapan. Setelah perjamuan terakhir, Yesus menuju taman Getsemani. Yudas, yang mengkhianati-Nya, membawa tentara dan unsur militer untuk menangkap-Nya. Frasa “kerapkali sudah Yesus berhimpun di situ” menyingkap kenyataan bahwa para murid sering berkumpul di rumah itu, sehingga lokasi itu menjadi tempat yang dikenali oleh Yudas.
Observasi Penafsiran
Tema Utama
Rujukan terkait (cross-references) dengan penjelasan singkat
Amanat Praktis Singkat
Di tengah pengkhianatan dan tekanan, kita dipanggil mempercayai Tuhan yang setia. Pelajaran: ketaatan Kristus memberi damai bagi yang percaya, sementara kita diingatkan untuk tetap berpegang pada realitas Allah yang mengatur sejarah untuk tujuan kasih-Nya.
Catatan Interpretatif Ringkas (Gaya para komentator publik domain)
Alih-alih menonjolkan detail teknis belaka, para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa peristiwa ini menunjukkan konflik antara manusia yang berbuat kejahatan dan Allah yang menggerakkan rencana keselamatan. Mereka menambahkan bahwa Yudas tahu tempat itu karena kebiasaan Yesus hadir di tempat itu, memperlihatkan bagaimana tindakan pengkhianat dikaitkan dengan pola kehidupan murid-Nya. Poin penting yang disoroti adalah kehendak Allah yang terselubung di balik tindakan manusia yang kelam, demi maksud keselamatan bagi banyak orang.