Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 18:1 Yohanes 18:2 Yohanes 18:3 Yohanes 18:4 Yohanes 18:5 Yohanes 18:6 Yohanes 18:7 Yohanes 18:8 Yohanes 18:9 Yohanes 18:10 Yohanes 18:11 Yohanes 18:12 Yohanes 18:13 Yohanes 18:14 Yohanes 18:15 Yohanes 18:16 Yohanes 18:17 Yohanes 18:18 Yohanes 18:19 Yohanes 18:20 Yohanes 18:21 Yohanes 18:22 Yohanes 18:23 Yohanes 18:24 Yohanes 18:25 Yohanes 18:26 Yohanes 18:27 Yohanes 18:28 Yohanes 18:29 Yohanes 18:30 Yohanes 18:31 Yohanes 18:32 Yohanes 18:33 Yohanes 18:34 Yohanes 18:35 Yohanes 18:36 Yohanes 18:37 Yohanes 18:38 Yohanes 18:39 Yohanes 18:40

Yohanes 18:14 dalam Konteks
Makna Sentral
Tema-tema Utama
Panduan Teologis Singkat (Cross-References)
Penjelasan singkat: Ketiganya menempatkan peristiwa Penyaliban dalam kerangka keselamatan Allah yang lebih besar, di mana kematian Kristus menjadi jalan pembebasan bagi banyak orang, bukan karena rencana manusia, melainkan karena rencana Allah yang mulia.
Perenungan Praktis
Ketika kita menghadapi keputusan yang tampaknya pragmatis namun berpotensi mengorbankan kebenaran, kita diajak menimbang bagaimana Allah dapat bekerja melalui keadaan sulit untuk tujuan yang lebih besar. Kunci iman adalah tetap setia pada firman-Nya, sambil mempercayai bahwa Allah mengarahkan sejarah untuk membawa keselamatan bagi umat-Nya.
Inti Penutup
Ayat Yohanes 18:14 menunjukkan kontras antara perhitungan manusia dengan rencana Allah. Kayafas mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih dalam: melalui kematian satu orang, banyak orang dapat diselamatkan. Dalam kegelapan malam persidangan, terang karya penebusan Kristus bersinar jelas.
Quotations (dari komentator publik domain, jika ada)
Penekanan beberapa penafsir klasik menyoroti bahwa manusia sering tidak melihat tujuan yang lebih tinggi dari tindakan-tindakan mereka, sedangkan Allah bekerja melampaui niat manusia untuk melaksanakan rencana keselamatan yang paling mulia. Catatan ini sesuai dengan pewahyuan Tuhan dalam kitab-Kitab Suci dan tidak mengandalkan pandangan sepihak manusia semata.