Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 18:1 Yohanes 18:2 Yohanes 18:3 Yohanes 18:4 Yohanes 18:5 Yohanes 18:6 Yohanes 18:7 Yohanes 18:8 Yohanes 18:9 Yohanes 18:10 Yohanes 18:11 Yohanes 18:12 Yohanes 18:13 Yohanes 18:14 Yohanes 18:15 Yohanes 18:16 Yohanes 18:17 Yohanes 18:18 Yohanes 18:19 Yohanes 18:20 Yohanes 18:21 Yohanes 18:22 Yohanes 18:23 Yohanes 18:24 Yohanes 18:25 Yohanes 18:26 Yohanes 18:27 Yohanes 18:28 Yohanes 18:29 Yohanes 18:30 Yohanes 18:31 Yohanes 18:32 Yohanes 18:33 Yohanes 18:34 Yohanes 18:35 Yohanes 18:36 Yohanes 18:37 Yohanes 18:38 Yohanes 18:39 Yohanes 18:40



Makna Langsung Yohanes 18:3 (IDN)
Maka Yudas membawa suatu pasukan laskar beserta dengan segala hamba kepala-kepala imam dan orang Parisi, lalu datang ke situ dengan tanglung dan suluh serta senjata.
Latar konteks singkat
Ayat ini berada pada saat Yesus ditangkap di taman Getsemani, setelah Yudas mengecoh murid-murid-Nya dan menunjukkan siapa yang harus ditangkap. Yudas membawa pasukan laskar, para hamba para imam kepala, dan orang Parisi—kelompok otoritas yang berkuasa di Yerusalem—untuk memastikan penangkapan secara terkoordinasi. Mereka tiba dengan tanglung, suluh, dan senjata, menandai momen kejadian yang sangat gelap secara rohani: kekuatan duniawi bertemu dengan Sang Terang yang hidup.
Observasi interpretatif utama
Interpretasi dari saran para komentator publik domain
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa kehadiran Yudas dan pasukannya menunjukkan pengkhianatan yang telah dirancang dalam terang-benderang, bukan dalam kegelapan batin saja. Ketika Yesus diserahkan, ia tidak melarikan diri karena misi-Nya adalah penebusan yang telah dinubuatkan. Dalam karya-karya seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, penekanan ditempatkan pada legitimasi tindakan yang tergantung pada rencana ilahi dan kedaulatan Allah atas peristiwa tersebut, meskipun tampak nyata sebagai kejahatan manusia.
Cuplikan pandangan historis singkat
Beberapa catatan menyebutkan bahwa “rumah tangga” ancaman ini mengandung kombinasi kekuatan sipil dan religius yang berkolaborasi untuk menahan Yesus. Namun, peristiwa ini tidak mengubah jalannya keselamatan; justru mempertegas bahwa penolakan manusia terhadap cahaya dapat membawa konsekuensi dramatis bagi diri sendiri.
Garis besar tema
Rujukan silang yang relevan
- Yohanes 18:12-13, 24: Menjelaskan penangkapan dan hubungan antara imam besar dengan pasukan. - Kisah penyaliban di Matius 26-27, yang menempatkan peristiwa ini dalam konteks persiapan penyaliban. - Kisah penangkapan di Markus 14 dan Lukas 22 untuk melihat konsistensi narasi keempat Injil.
Penjelasan singkat: rujukan-rujukan ini membantu memahami bagaimana kekuasaan manusia berinteraksi dengan kehendak ilahi, serta bagaimana peristiwa ini memunculkan tema ketaatan Yesus pada rancangan keselamatan Allah.
Inti praktis singkat
Di tengah ancaman atau tekanan, kita diundang untuk memilih kebenaran yang terang dalam Kristus, percaya bahwa Allah mengarahkan peristiwa bersejarah ini untuk keselamatan umat-Nya. Ketika kegelapan terlihat mendominasi, kita dipanggil mengingat bahwa terang Kristus menembus semua suasana malam dunia.
Catatan singkat from the classical commentators (ringkas):
Para penafsir publik domain menekankan bahwa tindakan penangkapan ini adalah bagian dari rencana ilahi yang melibatkan kedaulatan Allah meskipun terlihat sebagai kejahatan manusia. Ketiadaan jarak antara martabat manusia dan kedaulatan Ilahi menjadi tema utama dalam refleksi atas peristiwa ini.