Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 2:1 Yohanes 2:2 Yohanes 2:3 Yohanes 2:4 Yohanes 2:5 Yohanes 2:6 Yohanes 2:7 Yohanes 2:8 Yohanes 2:9 Yohanes 2:10 Yohanes 2:11 Yohanes 2:12 Yohanes 2:13 Yohanes 2:14 Yohanes 2:15 Yohanes 2:16 Yohanes 2:17 Yohanes 2:18 Yohanes 2:19 Yohanes 2:20 Yohanes 2:21 Yohanes 2:22 Yohanes 2:23 Yohanes 2:24 Yohanes 2:25



Interpretive Point: Perjamuan Kawin di Kana dan kehadiran Maria
Yohanes 2:1 menempatkan peristiwa penting di mana murid-murid mulai melihat tanda-tanda kemuliaan Kristus. Di tengah liburnya acara, perkawinan di Kana menjadi pangkal cerita yang mengubah arah pekerjaan Yesus secara perlahan—dari penyelenggaraan manusia menuju karya penyelamatan yang lebih luas. Ayat ini menekankan bahwa kehadiran Maria, ibu Yesus, menunjukkan hubungan manusiawi-Nya dalam konteks keluarga dan komunal, sebelum Ia menyatakan kuasa-Nya secara lebih nyata nanti dalam pelayanan-Nya.
Tinjauan konteks sastra
Bagian ini berada pada awal karya Yohanes yang menekankan tanda ajaib yang mengungkap identitas Mesias. Peristiwa perjamuan kawin di Kana berfungsi sebagai setting untuk mukjizat pertama-Nya: air menjadi anggur. Dalam konteks budaya Yahudi, perjamuan kawin adalah momen sosial penting dan melambangkan berkat berkelanjutan. Kehadiran Maria menunjukkan hubungan dekat keluarga, sementara respons-Nya kepada Maria menunjukkan bahwa karya-Nya akan datang melalui otoritas Bapa dan kehendak-Nya sendiri, meski tetap menghormati manusia.
Signifikansi teologis
Teks ini mengajarkan bahwa karya penyelamatan berawal dari kehadiran Allah di antara manusia, bahkan dalam hal-hal kebiasaan sehari-hari seperti jamuan makanan. Mukjizat air menjadi anggur mengindikasikan kepenuhan berkat ilahi yang memulihkan kebutuhan manusia—bukan sekadar demonstrasi kuasa, melainkan manifestasi kasih Tuhan dalam konteks komunitas dan perayaan. Maria sendiri menjadi contoh iman: ia mengarahkan perhatian pada kebutuhan orang lain dan menantang respons yang tepat dari murid-murid-Nya ketika berhadapan dengan kebutuhan rumah tangga.
Cross-references (ringkas, dengan penjelasan singkat)
Pertanyaan reflektif
Penutup singkat
Pada permulaan pelayanan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa karya-Nya tidak menolak kehangatan rumah tangga atau perayaan manusia, tetapi memanggil kita untuk melihat berkat Allah yang nyata di dalamnya. Perjamuan Kana menyiapkan pembaca untuk memahami bahwa kemuliaan-Nya terungkap melalui kehadiran-Nya di tengah kebutuhan manusia.