Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 13:1 Yohanes 13:2 Yohanes 13:3 Yohanes 13:4 Yohanes 13:5 Yohanes 13:6 Yohanes 13:7 Yohanes 13:8 Yohanes 13:9 Yohanes 13:10 Yohanes 13:11 Yohanes 13:12 Yohanes 13:13 Yohanes 13:14 Yohanes 13:15 Yohanes 13:16 Yohanes 13:17 Yohanes 13:18 Yohanes 13:19 Yohanes 13:20 Yohanes 13:21 Yohanes 13:22 Yohanes 13:23 Yohanes 13:24 Yohanes 13:25 Yohanes 13:26 Yohanes 13:27 Yohanes 13:28 Yohanes 13:29 Yohanes 13:30 Yohanes 13:31 Yohanes 13:32 Yohanes 13:33 Yohanes 13:34 Yohanes 13:35 Yohanes 13:36 Yohanes 13:37 Yohanes 13:38



Yohanes 13:38 (IDN)
Setingan segera di sekitar ayat ini adalah percakapan terakhir Yesus dengan Petrus sebelum sengsara-Nya. Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus menubuhkan kasih-Nya yang menanggung, sambil menyatakan kebenaran manusia yang lemah. Ayat ini menampilkan kontras antara komitmen manusia dan rencana Allah yang sempurna.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa pengikut Kristus tidak bisa mengabaikan kasih dan rencana Allah meskipun batin manusia bergolak. Allah menuntun iman kita melalui ujian, dan kasih-Nya tetap setia meski kita gagal. Ketika Petrus berjanji setia, Tuhan menunjukkan bahwa kasih-Nya bekerja terlebih dahulu, bahkan ketika kita tidak mampu memenuhinya. Janji Yesus menantang kita untuk melihat bahwa kekuatan percaya bukan berasal dari diri sendiri, melainkan dari anugerah Allah yang bekerja dalam kita.
Penjelasan kata dan gambaran kunci
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
Beberapa bagian terkait meliputi:
Penguatan pandangan dari penafsir terdahulu (ringkas)
Matthew Henry menyoroti pentingnya pengingkaran Petrus sebagai contoh kelemahan manusia dan kebutuhan akan kasih ilahi. Albert Barnes menekankan bahwa Tuhan tidak menuduh secara agresif, melainkan memperlihatkan realitas kelemahan kita untuk mendorong bergantung pada anugerah. Adam Clarke menambahkan bahwa nubuat Yesus menggarisbawahi kesetiaan Allah di tengah kegagalan kita. (Kutipan persis dari ketiganya hanya jika tersedia dalam sumber umum; di sini intent-nya adalah merangkum nuansa utama tanpa memperbanyak kutipan kata per kata.)
Aplikasi praktis pada kehidupan sekarang
Ayat ini mengundang kita untuk menyadari bahwa kita sering gagal menepati janji atau mempertahankan komitmen iman dalam tekanan. Namun, kita tidak dipanggil untuk mengandalkan diri sendiri, melainkan untuk bersandar pada kasih dan pemeliharaan Allah. Hal-hal praktisnya meliputi:
Cross-reference singkat: 1 Korintus 10:13 tentang godaan yang tidak melebihi kekuatan kita; Yohanes 14:16-17 tentang penolong Roh Kudus yang meneguhkan iman; Roma 8:38-39 tentang kasih Allah yang tidak terpisahkan.