Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 13:1 Yohanes 13:2 Yohanes 13:3 Yohanes 13:4 Yohanes 13:5 Yohanes 13:6 Yohanes 13:7 Yohanes 13:8 Yohanes 13:9 Yohanes 13:10 Yohanes 13:11 Yohanes 13:12 Yohanes 13:13 Yohanes 13:14 Yohanes 13:15 Yohanes 13:16 Yohanes 13:17 Yohanes 13:18 Yohanes 13:19 Yohanes 13:20 Yohanes 13:21 Yohanes 13:22 Yohanes 13:23 Yohanes 13:24 Yohanes 13:25 Yohanes 13:26 Yohanes 13:27 Yohanes 13:28 Yohanes 13:29 Yohanes 13:30 Yohanes 13:31 Yohanes 13:32 Yohanes 13:33 Yohanes 13:34 Yohanes 13:35 Yohanes 13:36 Yohanes 13:37 Yohanes 13:38



Yohanes 13:20 (IDN): Menyambut Aku melalui yang menyuruh-Ku
Dalam konteks Perjamuan Malam, Yohanes 13 mencatat momen penting ketika Yesus menunjukkan kasih dan pelayanan dengan membasuh kaki murid-murid-Nya. Ayat 20 menegaskan bahwa apa pun yang dilakukan murid terhadap seseorang yang diutus-Nya, pada intinya dilakukan terhadap Sang Pengutus. Ini menempatkan hubungan antara murid, utusan, dan utusan utama dalam garis vertikal antara manusia dan Allah.
Makna inti ayat
Sesungguhnya, siapa pun yang menyambut barang seorang yang Aku suruh, ialah menyambut Aku; tetapi siapa yang menyambut Aku, ialah menyambut Dia yang menyuruh Aku. Ayat ini menegaskan bahwa penyambutan terhadap para utusan Allah adalah penyambutan terhadap Allah sendiri. Murid-murid tak hanya menyambut tugas atau pesan, tetapi juga menyambut sumber dari pesan tersebut, yaitu Allah Bapa yang mengutus实现nya melalui Kristus.
Tema utama
Cross-references yang relevan
- Matius 10:40: “Siapa yang menerima kamu, ia menerima Aku; dan siapa yang menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” Ayat ini menguatkan prinsip yang sama dalam konteks pengutusan para murid. Penekanan bahwa menerima utusan adalah menerima Sang Pengutus.
- Roma 10:14–15: tentang bagaimana orang dapat percaya dan bagaimana mereka mendengar berita tentang Kristus melalui pemberitaannya. Menunjukkan perlunya peran utusan Allah untuk membawa kabar keselamatan.
- Efesus 3:6: bahwa bangsa-bangsa menjadi anggota bagian dalam kasih karunia melalui Injil. Menegaskan dimensi universal dari penerimaan Allah melalui Utusan-Nya.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menyikapi orang yang diutus Allah dalam kehidupan kita? Pertama, hormati orang tersebut sebagai utusan Allah, bukan sekadar individu. Kedua, jadikan sikap kita terhadapnya sebagai refleksi sikap kita terhadap Allah sendiri. Dalam konteks gereja, ini menuntun pada kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, dan kepatuhan pada arahan surgawi melalui pimpinan rohani.
Pemakaian gaya tafsiran gereja terdahulu
Beberapa tafsiran klasik menyoroti bahwa hubungan yang dipaparkan di sini menegaskan otoritas ilahi yang melampaui manusia. Mereka menekankan bahwa pelayanan murid adalah perpanjangan tangan Allah dalam dunia, sehingga perlakuan terhadap utusan mencerminkan perlakuan terhadap Sang Pengutus.
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengingatkan kita bahwa menerima utusan Allah adalah menerima Allah sendiri. Hubungan kita dengan sesama yang diutus oleh Allah menjadi ukuran kesetiaan kita kepada rencana-Nya. Dalam persekutuan dan pelayanan, biarlah kita memperlakukan setiap utusan dengan hormat sebagai tindakan menghormati Sang Pengutus.