Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 13:1 Yohanes 13:2 Yohanes 13:3 Yohanes 13:4 Yohanes 13:5 Yohanes 13:6 Yohanes 13:7 Yohanes 13:8 Yohanes 13:9 Yohanes 13:10 Yohanes 13:11 Yohanes 13:12 Yohanes 13:13 Yohanes 13:14 Yohanes 13:15 Yohanes 13:16 Yohanes 13:17 Yohanes 13:18 Yohanes 13:19 Yohanes 13:20 Yohanes 13:21 Yohanes 13:22 Yohanes 13:23 Yohanes 13:24 Yohanes 13:25 Yohanes 13:26 Yohanes 13:27 Yohanes 13:28 Yohanes 13:29 Yohanes 13:30 Yohanes 13:31 Yohanes 13:32 Yohanes 13:33 Yohanes 13:34 Yohanes 13:35 Yohanes 13:36 Yohanes 13:37 Yohanes 13:38



Yohanes 13:22 (IDN) - Makna dan konteksnya
Dalam konteks Perjamuan Terakhir, Yohanes 13 memperlihatkan Yesus menubuhkan kasih dan saling melayani. Ayat 22 mencatat reaksi murid-murid ketika Yesus menyatakan sesuatu yang belum mereka mengerti sepenuhnya: mereka saling memandangi satu sama lain untuk mencari tahu siapa yang dimaksud-Nya. Hal ini menunjukkan suasana tegang sekaligus penasaran di antara para murid, karena kata-kata-Nya menyiratkan sebuah peringatan atau nubuat yang menyentuh kedudukan seorang di antara mereka.
Inti makna ayat
Inti ayat ini adalah gambaran keraguan dan kebingungan yang lahir dari keterangan simbolik atau rahasia yang disampaikan-Nya. Murid-murid tidak segera memahami maksud Yesus; mereka saling menoleh untuk mencari petunjuk, tidak ingin menuding diri sendiri atau menuduh orang lain. Ini menekankan betapa pentingnya konteks kasih, rendah hati, dan kehati-hatian dalam memahami firman Tuhan ketika pesan itu mengarah pada pengkhianatan atau perintah yang menantang norma sosial.
Tema utama
Cross-references yang relevan
Beberapa bagian Alkitab lain membantu memperkaya pemahaman tentang suasana Yohanes 13:22:
Tinjauan praktis
Kontemplasikan bagaimana kita menanggapi firman Kristus ketika maksud-Nya tidak langsung jelas. Dalam komunitas rohani, kita didorong untuk: - menjaga sikap rendah hati, tidak gegabah menuduh sesama; - berdoa meminta hikmat rohani untuk memahami konteks pesan-Nya; - saling membangun dengan kasih, agar ketika firman mengungkap kebenaran, kita tidak menjadi pihak yang memeriksa sesama dengan ragu-ragu, melainkan memuskan diri pada integritas iman.
Rangkuman singkat
Yohanes 13:22 menampilkan momen kebingungan yang lahir dari pesan ilahi yang menggugah. Murid-murid saling memandangi satu sama lain, menunjukkan perlunya hikmat ilahi untuk mengurai maksud-Nya. Ayat ini mengingatkan kita bahwa pengertian firman Tuhan sering datang melalui konteks komunitas yang mengandalkan kasih, rendah hati, dan bimbingan Roh Kudus.
Catatan penafsiran: Beberapa komentar klasik menyoroti pentingnya suasana komunitas gereja ketika firman Allah dibaca bersama. Sejalan dengan itu, Ayub 28:28 dan Amsal 3:5-6 juga menguatkan tema menaruh kepercayaan pada Tuhan saat memahami hal-hal yang sulit dipahami secara manusiawi.
Versi kutipan singkat dari tafsiran umum yang relevan: “Kristus menuntun kita menuju kebenaran yang lebih dalam melalui restu-Nya sendiri.” (parafrase umum dari tema karya commentatorial klasik).