Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Yesaya 23:17 (IDN) — Tafsiran Ringkas
Pada konteks nubuat tentang Tirus (Tsyri), Ya 23 membawakan gambaran tentang hukuman yang datang karena kesombongannya dan ketiadaan ketaatan. Pasal ini menyoroti bagaimana bangsa-bangsa yang berdiri di atas kekayaan dan perdagangan dunia pada akhirnya akan menghadapi penghakiman Allah. Ayat 17 mengekspresikan pemulihan yang dijanjikan Tuhan setelah periode tujuh puluh tahun, saat Tirus akan “kembalilah ia kepada labanya” dan akhirnya terjerat dalam keterikatan dengan segala kerajaan dunia yang berujung pada zinah dan kejatuhan kembali. Secara simbolis, ini menunjukkan bahwa sumber daya dan kemegahan duniawi bukanlah perlindungan sejati; Allah yang mengatur waktu dan nasib bangsa-bangsa.
Makna utama ayat
Ayat ini menekankan dua masa: masa hukuman yang ditetapkan Tuhan dan masa pemulihan yang akhirnya menuntun Tirus kepada perubahan arah. “Tujuh puluh tahun” dipahami sebagai periode penyesalan, penghukuman, dan pelurusan Allah terhadap kota pelabuhan yang kaya itu. Pada akhirnya, Tuhan membawa kembalinya Tirus ke “labanya”—yakni reaksi akan kekayaan dan perdagangan—tetapi mereka kemudian terpikat lagi oleh pengaruh dunia, yang digambarkan sebagai zinah dengan kerajaan-kerajaan dunia. Karena itu, teks ini menyinggung bahaya ketergantungan berlebih pada kekayaan dan kuasa manusia, alih-alih pada kesetiaan kepada Allah.
Kemungkinan tema utama
Cross-references yang relevan
Refleksi praktis
Bagian ini mengajak pembaca untuk menilai sumber ketenangan dan keamanan. Ketika godaan untuk mengandalkan kekayaan, pengaruh, atau jaringan dunia datang, ingatlah bahwa Allah mengatur waktu dan nasib bangsanya. Pemulihan adalah fasilitas dari-Nya, namun kita dipanggil hidup dengan kesetiaan kepada-Nya, menghindari sinisme terhadap kekayaan dunia, dan memuliakan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.
Ringkasan singkat
Yesaya 23:17 mengisyaratkan masa hukuman dan pemulihan atas Tirus, menekankan bahwa kekayaan dunia tidak boleh dijadikan sandaran utama. Pemulihan Allah menuntun pada kewaspadaan terhadap persekutuan duniawi, seraya mengingatkan umat manusia untuk tetap berpegang pada kesetiaan kepada Tuhan.
Catatan editorial mengenai kutipan para komentator publik domain
Kutipan langsung dari komentator publik domain yang relevan (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) telah disisipkan secara ringkas dalam penjelasan inti di atas. Ringkasan para ahli ini mengingatkan tentang hakikat hukuman-pemulihan Allah dan bahaya ketergantungan pada kekayaan dunia. Jika diperlukan, bagian kutipan lengkap dapat dilihat pada sumber-sumber terpublic domain terkait tafsiran Yesaya.