Yesaya 23:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Tetapi pada masa itu penjagaannya dan labanya akan suci bagi Tuhan, yaitu tiada ditaruh akan dia dan tiada disimpan akan dia, melainkan laba perniagaannya akan bagi mereka yang duduk di hadapan hadirat Tuhan, supaya mereka itu makan sampai kenyang dan beroleh pakaian dengan sepertinya.

Ayat sebelumnya
« Yesaya 23:17
Ayat berikutnya
Yesaya 24:1 »

Yesaya 23:18 Tafsiran ayat Alkitab

Yesaya 23:18 (IDN) — Makna dan Makna Penjagaan serta Labanya

Pemaknaan ayat ini menegaskan bahwa pada masa yang dinubuatkan para penjaga pekerjaan dagang akan menjadi suci bagi Tuhan; laba mereka tidak lagi dipakai untuk diri sendiri atau disimpan sebagai pemborosan, melainkan diserahkan kepada mereka yang duduk di hadirat Tuhan untuk dipakai dalam kesejahteraan umat dan pemeliharaan tempat ibadah.

Latar belakang konteks

Yesaya 23 berisikan nubuat penilaian atas kota-kota bangsa di sekitar Yehuda, termasuk Tirus. Bab ini menyinggung bagaimana kekayaan perdagangan kota-kota itu dipakai Allah untuk tujuan-Nya sendiri. Ayat 18 berbicara tentang perubahan penyalahgunaan laba dagang menjadi sarana pemberian kepada mereka yang beribadah di hadirat Tuhan, sehingga laba dagang memiliki fungsi suci dan korban dalam pemeliharaan umat.

Interpretasi utama

- Pekerja perdagangan pada masa tersebut akan mengalami transformasi moral: laba mereka tidak lagi dipakai untuk kemegahan pribadi, tetapi menjadi persembahan bagi Tuhan yang memelihara umat-Nya. Pemusatan hati pada Tuhan memurnikan tujuan ekonomi.

- Sifat “suci bagi Tuhan” menekankan bahwa segala kekayaan yang dihasilkan melalui perdagangan bisa dipakai untuk pekerjaan Tuhan jika dibangun atas niat yang benar dan komitmen iman.

- Frasa “yang duduk di hadirat Tuhan” menyinggung kehadiran ibadah dan penyelenggaraan kebutuhan komunitas; laba itu ditujukan untuk memperlancar pelayanan, makan bersama, dan pakaian bagi mereka yang melayani di hadirat-Nya.

Poin tematik singkat

  • Transformasi etika ekonomi: laba menjadi sarana berkat bagi jemaat.
  • Pengutamaan tujuan kudus: pekerjaan duniawi dipakai untuk tujuan rohani.
  • Pemeliharaan komunitas: dana laba mendukung kebutuhan fisik dan ibadah.

Hubungan dengan bagian lain Alkitab

1) Amsal 3:9-10 menyoroti memberi terlebih dahulu kepada Tuhan sebagai kunci pemeliharaan berkat; konteks umum menunjukkan bahwa kemakmuran tidak hanya milik pribadi, tetapi dapat dipakai untuk tujuan ilahi.

2) Ulangan 14:22-27 membahas penggunaan hasil tuaian untuk perjamuan perayaan di hadapan Tuhan, mengaitkan kekayaan material dengan persekutuan umat dan pemuliaan Allah.

3) Matius 6:19-21 mengingatkan bahwa harta duniawi bisa membentuk fokus hati; jika laba dipakai untuk kemuliaan Tuhan, hati memperoleh orientasi yang lebih benar.

Catatan dari tokoh-tokoh berpendapat publik domain

Beberapa penafsir klasik menegaskan bahwa ayat ini menegakkan ide bahwa kekayaan bisa dipakai untuk menunjang ibadah dan kesejahteraan umat, bukan untuk keconarian semata. Inilah pola keadilan sosial yang diilhami oleh iman kepada Tuhan yang memelihara jalannya komunitas-Nya.

Ringkasan pandangan (tanpa kutipan panjang): laba yang berasal dari aktivitas ekonomi menjadi alat berkat jika didedikasikan untuk kehadiran Tuhan di tengah komunitas dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang melayani di hadirat-Nya.

Rangkaian dan aplikasi praktis

- Pertahankan niat kudus dalam pekerjaan dan tujuan laba: bagaimana laba dipakai mencerminkan iman dan komitmen pada komunitas iman.

- Gunakan laba untuk kebutuhan jemaat dan persekutuan ibadah, misalnya untuk makanan bersama, perlengkapan ibadah, dan upah pekerjaan rohani.

- Hindari penyalahgunaan laba untuk kepentingan pribadi yang tidak perlu; biarkan laba menjadi sarana pelayanan umat Allah.

Hubungan silang singkat

A. Kebaikan pemberian kepada Tuhan di saat labanya diolah untuk kepentingan ibadah (ref: Amsal 3:9-10).

B. Perayaan ibadah dan persekutuan yang menggunakan hasil pangan dan hasil kerja (ref: Ulangan 14:22-27).

C. Pengingat bahwa harta dapat membentuk arah hidup jika tidak ditempatkan pada tujuan yang benar (ref: Matius 6:19-21).

Intisari praktis

Ayat ini mengingatkan kita bahwa laba yang dihasilkan melalui kerja bisa dipakai untuk kemuliaan Allah dan kesejahteraan jemaat. Menjadi bijaklah dalam mengaplikasikan laba: didedikasikan untuk ibadah, perjamuan, dan keperluan pelayanan, agar ekonomi menjadi alat pemberkatan bagi komunitas percaya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yesaya 23:18 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 72:10 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 72:10 (IDN) »
Bahwa raja-raja Tarsis dan raja-raja segala pulaupun akan membawa persembahan, dan segala raja Syeba dan Sebapun akan menghantar bingkisan.

Keluaran 28:36 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 28:36 (IDN) »
Maka hendaklah kauperbuat lagi suatu jamang dari pada emas semata-mata suci dan ukirlah di dalamnya seperti ukiran meterai: Kesucian Tuhan.

Ulangan 26:12 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Ulangan 26:12 (IDN) »
Maka apabila selesailah kamu dari pada membawa segala perpuluhan hasilmu pada tahun yang ketiga, yaitu tahun perpuluhan, maka hendaklah kamu memberi akan orang Lewi dan akan orang dagang dan akan anak piatu dan akan perempuan janda, supaya mereka itupun dapat makan dalam negerimu dan jadi kenyang.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab