Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 3:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dari pada bulan yang ketujuh sehari bulan itu mulailah mereka itu mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, jikalau belum dibubuh segala alas kaabah Tuhan sekalipun.
Ezra 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 3:6 Referensi silang ayat
Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.
Inti Penafsiran Utama
Kemesanan Ezra 3:6 menekankan bahwa pembaruan ibadah dan upacara korban bakaran dimulai sejak bulan ketujuh, meskipun altar Sucikan belum dibangun. Peristiwa ini menunjukkan komitmen umat Israel untuk memulai penyembahan kepada Tuhan dengan langkah-langkah yang tersedia, menegaskan bahwa kehendak Allah untuk dipuja tidak tergantung pada keadaan fisik bait Allah, asalkan ada ketundukan hati dan tindakan berkenaan dengan perintah-Nya.
Konteks sastra
Naskah Ezra menggambarkan kembali eksilus umat Israel dari pembuangan ke Yerusalem. Setelah pulang dari pembuangan, mereka menghadapi tantangan besar: kehancuran altar dan pengepungan ibadah karena keadaan fisik bait suci belum selesai. Namun pada hari-hari awal bulan ketujuh, mereka memulai korban bakaran sebagai ekspresi iman, meskipun pekerjaan pendirian bait belum selesai ditempuh. Ayat ini menekankan prioritas rohani atas fasilitas fisik sementara, menegaskan bahwa penyembahan yang sejati dimulai dari hati yang taat kepada Allah.
Signifikansi teologis
Beberapa poin teologis kunci muncul dalam ayat ini:
Kaitan dengan tulisan lain (cross-references)
- Amsal 3:6: Menolong membentuk pola ketergantungan pada Tuhan dalam segala rencana, termasuk urusan ibadah. Ketika kita menaruh kepercayaan kepada-Nya, jalannya diberkati.
- Ibrani 13:15: Perayaan rohani melalui korban pujian yang berterima kasih kepada Allah; ibadah umat seringnya memulai dari hati yang mengucap syukur meskipun ada keterbatasan fisik.
- Nehemia 8:10: Sukacita di rumah TUHAN menjadi semangat bagi pekerjaan restorasi meski rintangan tetap ada; ibadah yang sungguh lahir dari iman.
Pertanyaan refleksi
Kutipan singkat dari sumber berbahasa publik domain (untuk konteks tafsir historis)
Matthewei Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ibadah sejati tidak tergantung pada kelengkapan fisik tempat ibadah; pelayanan yang benar lahir dari ketaatan hati kepada Allah. (Catatan umum: kutipan langsung penuh dari karya publik domain bisa ditemukan dalam edisi klasik mereka.)
Kesimpulan singkat
Ezra 3:6 menegaskan bahwa panggilan komunitas untuk kembali kepada Allah menempuh jalur praktis meski infrastruktur fisik belum selesai. Pembakaran korban bakaran pada bulan ketujuh menandai dimulainya penyembahan sebagai respons iman, mengarahkan kita pada prinsip bahwa Allah respek terhadap hati yang setia dan tindakan nyata untuk memuliakan-Nya sekarang, sambil menantikan penyempurnaan pekerjaan di masa depan.