Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 3:11 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 3:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka menyanyilah mereka itu ganti-berganti, sambil memuji-muji dan mengucap syukur kepada Tuhan, sebab mahabaiklah Ia dan kemurahan-Nya atas orang Israel kekal sampai selama-lamanya. Maka segenap orang banyakpun bersorak-soraklah amat gempita tatkala dipuji-puji oranglah akan Tuhan dari karena telah dibubuh alas rumah Tuhan.
Ezra 3:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 3:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Tawarikh 16:34 (IDN) »
Pujilah kamu akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nyapun kekal sampai selama-lamanya.

Mazmur 106:1 (IDN) »
Haleluyah! Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nya kekal selama-lamanya.

Ezra 3:11 (IDN) - Ketika Israel Mulia Bersyukur atas Pemulihan Bait Tuhan
Gema puji-pujian menyertai pembukaan kembali altar dan bait Tuhan di Yerusalem setelah dua puluh tahun pembuangan. Ayat ini menggambarkan respons umat ketika pekerjaan perbaikan bait Allah selesai, menandai dimulainya era pemulihan spiritual bagi bangsa Israel. Mereka tidak hanya membangun fisik rumah ibadat, tetapi juga mengangkat hati mereka dalam puji syukur kepada Tuhan yang berbelas kasihan dan setia sepanjang kekal.
Ayat dalam konteks pasal
Ezra 3 menceritakan sumpah tugas mereka untuk membangun kembali Bait Suci setelah kembali dari pembuangan. Ritme peristiwa meliputi penyusunan imam, penempatan mezbah untuk korban bakaran, lalu penggalian fondasi bait, dan akhirnya perayaan pujian ketika sumpah pekerjaan itu dinyatakan. Ayat 11 menampilkan momen penyatuan hati bangsa dalam syukur karena kebaikan Tuhan yang dinyatakan secara konsisten terhadap Israel sepanjang masa.
Pemikiran utama ayat
Inti ajaran di sini adalah respons rakyat terhadap pemeliharaan Tuhan: pujian atas kebaikan-Nya yang kekal. Mereka mengucapkan syukur karena kasih-Nya yang tiada berkesudahan dan karena kemurahan-Nya yang menyertai umat pilihan. Perhatikan bahwa kerendahan hati mereka diungkapkan melalui tindakan mulut yang memuji dan musik syukur, bukan sekadar perbaikan fisik tanpa penyerahan hati kepada Tuhan.
Renungan singkat dari tokoh komentar klasik
Beberapa pewara purbakommentator menekankan bahwa pernyataan syukur ini bukan hanya ungkapan emosional, melainkan pengakuan tegas atas kebaikan Allah dalam konteks sejarah umat-Nya. Mereka yang kembali dari pembuangan melihat pekerjaan Tuhan sebagai bukti kasih-Nya yang abadi. Dalam pandangan para penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, pujian ini menegaskan kebenaran bahwa kemuliaan Tuhan menuntun umat-Nya pada transformasi rohani meski melalui ujian panjang.
Frasa ini menekankan dua unsur: sifat Allah yang mahabaik dan kemurahan yang kekal. Umat melihat sebagian besar sejarah mereka sebagai bukti kasih Allah; syukur mereka adalah respons iman yang hidup.
Hubungan dengan pasal-pasAL lain
Kaitannya terletak pada pola: umat merespons pemeliharaan ilahi dengan pujian, mengaitkan masa lalu dengan masa kini, dan meneguhkan kepercayaan akan rencana Tuhan untuk masa depan.
Aplikasi praktis
Rujukan silang singkat
Beberapa teks terkait: Ulangan 7:9 (perjanjian dan kesetiaan Tuhan), Mazmur 100:4 (syukur dalam ibadah), Roma 8:28 (pemeliharaan Tuhan dalam segala hal). Ketiganya menegaskan bahwa kemurnian pujian berakar pada pengalaman kebenaran ilahi yang nyata dalam sejarah manusia percaya.
Penutup
Ayat ini mengajak pembaca menimbang bahwa ibadah sejati melibatkan hati yang dipenuhi syukur karena kasih Tuhan yang tidak pernah gagal. Pemulihan fisik Bait Suci menjadi simbol pemulihan rohani: umat dipanggil untuk hidup dalam ketaatan, syukur, dan pengakuan bahwa Tuhan bekerja menyertai umat pilihan-Nya sepanjang zaman.