Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 21:1 Ulangan 21:2 Ulangan 21:3 Ulangan 21:4 Ulangan 21:5 Ulangan 21:6 Ulangan 21:7 Ulangan 21:8 Ulangan 21:9 Ulangan 21:10 Ulangan 21:11 Ulangan 21:12 Ulangan 21:13 Ulangan 21:14 Ulangan 21:15 Ulangan 21:16 Ulangan 21:17 Ulangan 21:18 Ulangan 21:19 Ulangan 21:20 Ulangan 21:21 Ulangan 21:22 Ulangan 21:23



Ulangan 21:8 (IDN)
“adakan apalah gafirat atas umat-Mu Israel, yang telah Kautebus, ya Tuhan! jangan apalah Kautanggungkan darah orang yang tiada bersalah di tengah-tengah umat-Mu Israel! Maka demikianlah diadakan gafirat atas mereka itu dari pada darah itu.”
Setting segera teks
Bagian ini muncul dalam rangkaian hukum mengenai perasaan keadilan dan pemulihan bagi bangsa Israel setelah peristiwa besar di padang gurun. Secara khusus, fokusnya adalah pada mekanisme penghapusan dosa kolektif dan perlindungan terhadap orang tak bersalah di tengah umat. Gafirat (penghapusan dosa/penebusan) di sini dipakai untuk menjaga tali persaudaraan umat Israel agar tidak menanggung beban darah yang tidak bersalah.
Makna teologis tentang Allah dan iman
Inti ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah Bapa umat yang berkomitmen pada keadilan dan belas kasihan. Tuhan tidak menginginkan darah orang tak bersalah ditanggung oleh komunitas. Penebusan dan penghapusan dosa dipahami sebagai langkah menjaga kemuliaan-Nya di tengah umat. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah mengatur langkah pemulihan jika ada tuduhan, kekerasan, atau pelanggaran hukum yang bisa merusak kesatuan bangsa.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan terkait yang relevan
- Ul. 19:15–21: prinsip kehati-hatian terhadap tuduhan palsu dan perlunya saksi yang sah.
- Keluaran 23:7 dan Imamat 19:15: menjaga keadilan dengan menolak bohong, menolak menghakimi secara tidak adil.
Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini memperlihatkan pola hukum Israel yang menyeimbangkan keadilan dengan belas kasihan, memastikan không ada kehilangan nyawa yang tidak perlu serta menegakkan integritas komunitas.
Hubungan dengan ayat-ayat lain
1) Kontras antara keadilan publik dan belas kasihan pribadi; Allah menghendaki keadilan tanpa mengorbankan kerahiman. Penjelasan editorial menekankan bahwa pelaksanaan gafirat menumbuhkan keamanan sosial.
2) Perlindungan terhadap orang tak bersalah menegaskan kredo moral umat Tuhan: hidup dorong untuk saling menjaga satu sama lain.
3) Prinsip anti-tuduhan palsu yang menuntun pada penyelidikan hati-hati dalam setiap langkah hukum.
Makna praktis bagi umat sekarang
- Menjaga integritas komunitas lewat kejujuran, tidak membiarkan tuduhan palsu mencemarkan reputasi seseorang.
- Menyadari bahwa tindakan publik membawa dampak pada hidup banyak orang; diperlukan kepekaan terhadap keadilan dan belas kasihan.
- Mendorong sikap tegas terhadap kejahatan sambil menghormati hak orang yang tidak bersalah.
Panduan pembacaan singkat
Ayat ini mengajak kita melihat bagaimana Allah mengatur penebusan agar tidak menjadi beban bagi orang tidak bersalah. Dalam konteks gereja, prinsip ini mengarahkan kita untuk memprioritaskan keadilan yang berimbang dengan belas kasih, serta melindungi setiap anggota komunitas dari tuduhan tidak berdasar.
Cuplikan pendapat para komentator publik domain menegaskan fokus pada pemulihan hubungan bersama Allah dan sesama, dengan nada bahwa keadilan Allah menuntun umat untuk menyelesaikan perselisihan secara adil, tanpa menuduh tanpa bukti.