Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 21:1 Ulangan 21:2 Ulangan 21:3 Ulangan 21:4 Ulangan 21:5 Ulangan 21:6 Ulangan 21:7 Ulangan 21:8 Ulangan 21:9 Ulangan 21:10 Ulangan 21:11 Ulangan 21:12 Ulangan 21:13 Ulangan 21:14 Ulangan 21:15 Ulangan 21:16 Ulangan 21:17 Ulangan 21:18 Ulangan 21:19 Ulangan 21:20 Ulangan 21:21 Ulangan 21:22 Ulangan 21:23



Ulangan 21:19 dalam Konteks Hukum Israel
Ayat ini berada dalam rangka hukum yang mengatur tata tertib keluarga dan kualitas kepatuhan warga terhadap perintah Tuhan. Jika seorang anak durhaka tidak menuruti kedua orang tuanya, hukum ini menegaskan langkah konkret: orang tua membawa anak itu kepada para tetua negeri di pintu gerbang, untuk penilaian bersama. Tujuannya adalah membuktikan ketaatan anak dan menjaga keharmonisan keluarga serta tata hukum komunitas Israel.
Makna Pokok Ayat
Ayat ini menekankan pentingnya penyerahan diri kepada otoritas keluarga dan komunitas ketika terjadi pelanggaran serius. Penangkapan dan pembawaannya ke hadapan tetua negeri melambangkan bahwa kemerdekaan individu tidak mutlak; ada tanggung jawab hukum dan sosial untuk mempertanggungjawabkan tindakan, demi keadilan dan pemeliharaan etika komunitas.
Tiga Tema Utama
Refleksi Teologi Singkat
Hukum ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan tindakan brutal, melainkan menyoroti kekuatan komunitas dalam membentuk disiplin yang benar. Tujuan akhirnya adalah mengarahkan bangsa kepada hidup berkenan kepada Tuhan, dengan menghormati batasan yang ditetapkan-Nya.
Gagasan Kunci dan Renungan Praktis
Renungkan bagaimana kita menghormati orang tua dan otoritas yang sah, serta bagaimana kita menghadapi pelanggaran dengan keadilan, kasih, dan pemulihan. Dalam konteks keluarga modern, prinsip ini mengingatkan pentingnya dialog, akuntabilitas, dan komitmen pada norma-norma etis yang menguatkan ikatan komunitas.
Referensi Sejalan
Beberapa bagian terkait yang memperkuat gambaran kerja hukum dan disiplin meliputi:
Catatan penting: kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak tersedia sebagai bagian khusus teks ayat ini dalam format terjemahan IDN asli. Namun, rangkuman pemikiran mereka dalam tradisi komentar publik domain menekankan bahwa ayat ini menekankan tanggung jawab komunitas dan tujuan pemulihan melalui disiplin yang adil.
Ringkasan
Ulangan 21:19 menegaskan perlunya pertanggungjawaban keluarga dan tetua di hadapan komunitas ketika pelanggaran serius terjadi. Ayat ini mengarahkan kita pada hubungan antara kasih, keadilan, dan pemeliharaan terstruktur dalam hidup berbangsa, dengan tujuan akhir hidup yang berkenan kepada Tuhan dan membangun komunitas yang sehat.