Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 6:1 2 Samuel 6:2 2 Samuel 6:3 2 Samuel 6:4 2 Samuel 6:5 2 Samuel 6:6 2 Samuel 6:7 2 Samuel 6:8 2 Samuel 6:9 2 Samuel 6:10 2 Samuel 6:11 2 Samuel 6:12 2 Samuel 6:13 2 Samuel 6:14 2 Samuel 6:15 2 Samuel 6:16 2 Samuel 6:17 2 Samuel 6:18 2 Samuel 6:19 2 Samuel 6:20 2 Samuel 6:21 2 Samuel 6:22 2 Samuel 6:23



2 Samuel 6:16 (IDN) — Ketika Tabut Tuhan masuk ke dalam kota Daud
Setting segera: Tabut perjanjian Tuhan akhirnya dibawa masuk ke kota Daud. Daud bersukacita di hadapan Tuhan dengan tarian dan lompat-lompatan, menaruh kemuliaan pada kemahudipan-Nya. Di lantai tingkap rumahnya, Mikhal—anak Saul—melihat dengan mata yang penuh kritik dan cela, dan meratap dalam hatinya terhadap pemaparan kemuliaan raja yang ia anggap rendah atau tidak pantas.
Yang dibawa teks ini pada kita tentang Allah dan iman
Ayat ini menonjolkan aspek kemuliaan Tuhan dan respons manusia terhadap penyataan-Nya. Tabut pertama kali diangkat dengan perayaan besar, menunjukkan bagaimana Allah berkenan tinggal di tengah umat-Nya dan bagaimana umat-Nya menanggapi kehadiran-Nya dengan sukacita. Daud tidak mengatur ibadahnya menurut standar manusia atau citra kerajaan dunia; ia menempatkan kemuliaan Tuhan di tempat utama, meskipun chromat yang rendah hati di mata manusia bisa menimbulkan kritik.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain
Sesudah peristiwa ini, konteks memperlihatkan beberapa tema seperti hormat kepada kehendak Tuhan meski tidak mengikuti norma kemuliaan dunia (mis. Daud menari dengan bebas di hadapan Tuhan). Menurut pandangan para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Adam Clarke, dan Albert Barnes, tindak Daud menggambarkan iman yang bersemangat dan kepekaan terhadap kehadiran Tuhan, meski di mata manusia tampak boros atau tidak pantas. Mereka menekankan bahwa pusat ibadah adalah ketundukan kepada kehendak Tuhan, bukan citra manusia.
Cross-references yang relevan
Nilai praktis untuk hidup hari ini
Sesuaikan ibadah kita dengan fokus pada kemuliaan Tuhan, bukan pada penampilan luar atau gengsi manusia. Ketika kita mengambil bagian dalam penyembahan, biarkan iman yang bersemangat mengangkat kita untuk menari dalam kebebasan roh, sambil menjaga sikap rendah hati terhadap bagaimana Tuhan bekerja. Bersukacitalah dalam kehadiran-Nya, walau tanggapan dunia bisa berbeda.
Catatan singkat mengenai kutipan para komentator
Beberapa pandangan dari sumber publik domain mencatat bahwa Daud menilai hubungan antara kerajaan dan ibadah dengan cara yang lebih luas: iman yang hidup menuntun tindakan nyata dalam penyembahan. Mereka menekankan bahwa tindakan Daud senantiasa berlandaskan komitmen kepada Tuhan, meskipun menghadapi kritik.