Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 6:1 2 Samuel 6:2 2 Samuel 6:3 2 Samuel 6:4 2 Samuel 6:5 2 Samuel 6:6 2 Samuel 6:7 2 Samuel 6:8 2 Samuel 6:9 2 Samuel 6:10 2 Samuel 6:11 2 Samuel 6:12 2 Samuel 6:13 2 Samuel 6:14 2 Samuel 6:15 2 Samuel 6:16 2 Samuel 6:17 2 Samuel 6:18 2 Samuel 6:19 2 Samuel 6:20 2 Samuel 6:21 2 Samuel 6:22 2 Samuel 6:23



Inti Makna Ayat
2 Samuel 6:22 dalam terjemahan IDN menampilkan pernyataan Merendahkan diri dan memandang rendah diri demi kemuliaan Tuhan. Daud menegaskan bahwa ia akan menanggung penghinaan serta menahan cita-cita pribadinya untuk mendapatkan kemuliaan ilahi melalui kepatuhan kepada Allah dalam pembawaaban Tabut Perjanjian.
Latar Belakang Kontekstual
Daud memindahkan Tabut Perjanjian ke Yerusalem. Suatu peristiwa bersejarah yang menuntut kepatuhan rohani dan ketekunan dalam ibadah. Pada momen pembawa tabut itu, Daud menyadari bahwa kemuliaan Tuhan tidak bergantung pada kemegahan manusia, melainkan pada bagaimana hati manusia merendahkan diri di hadapan Allah.
Pengamatan Interpretatif
- Daud menegaskan pola kerendahan hati yang sejati: bukan semata-mata sikap lahiriah, melainkan penyangkalan diri terhadap segala kemegahan duniawi demi memuliakan Tuhan.
- Ia siap mengalami kritik dari orang lain, tetapi fokusnya tetap pada kemuliaan Allah dan kepatuhan pada perintah ilahi terkait kemuliaan Tabut.
- Pernyataan ini menguatkan tema penggenapan nubuat tentang rendah hati sebagai jalan menuju pemulihan hubungan dengan Allah.
Kaitan tema dengan bagian lain Kitab Samuel
Ayat-ayat silang yang relevan
Beberapa rujukan seimbang yang menambah konteks:
Pembelajaran utama ayat ini adalah hidup yang tunduk kepada kehendak Tuhan. Dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk merendahkan diri, menahan ketamakan akan puji-puji manusia, dan memfokuskan upaya pada kemuliaan Allah melalui ketaatan yang tulus.
Catatan penulis umum
Wadah komentar berikut mengintegrasikan pandangan umum para komentator beraliran publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Dapat ditemui bahwa unsur utama adalah kerendahan hati di hadapan Allah sebagai jalan untuk menerima kemuliaan-Nya. Beberapa kutipan pendek yang relevan (jika ada) diletakkan secara ringkas sebagai referensi mendasar, tanpa menyertakan teks panjang.
Referensi silang singkat
Beberapa ayat terkait yang mendukung pemahaman ini: ayat-ayat mengenai kemuliaan Tuhan di atas manusia, dan panggilan untuk hidup secara rendah hati dalam pelayanan.