Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Petrus 3:12 Tafsiran ayat Alkitab
2 Petrus 3:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sambil menantikan dan menyegerakan kedatangan Hari Allah itu, yang menyebabkan segala langit akan terbakar lalu binasa, dan segala anasir akan terbakar lalu cair.
2 Petrus 3:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Petrus 3:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Petrus 3:10 (IDN) »
Tetapi Hari Tuhan itu akan tiba kelak seperti pencuri; lalu segala langit itu akan lenyap dengan bunyi yang sangat dahsyat, dan segala anasir akan terbakar lalu hancur, dan bumi serta segala perbuatan yang ada di dalamnya akan dihanguskan.

Titus 2:13 (IDN) »
serta menantikan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan yang Mahabesar dan Juruselamat kita Kristus Yesus,

Mikha 1:4 (IDN) »
Di bawah-Nya hancurlah segala gunung dan berbelahlah segala lembah! seperti lilin dari hadapan api dan seperti air yang tercurah ke tempat yang dalam.
2 Petrus 3:12 (IDN)
Setting segera setelah pengingat Petrus mengenai janji-Nya dan kecurigaan manusia terhadap kedatangan Kristus, ayat ini memusatkan perhatian pada dua hal penting: sabar menanti kedatangan Tuhan dan dorongan untuk mempercepat kedatangan tersebut melalui hidup yang saleh. Petrus menulis untuk meneguhkan gereja di tengah ejekan tentang keterlambatan kedatangan, dengan menegaskan bahwa Tuhan menepati waktunya dan kedatangan-Nya membawa pembenahan terakhir terhadap segala ciptaan yang rusak karena dosa.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan kekuatan dan keadilan Allah: kedatangan Hari Allah akan membawa pembalasan dan pembaruan. Iman menuntut harapan yang aktif—bukan pasif menunggu, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa segala sesuatu akan diuji dan diproses di hadapan-Nya. Dalam iman, umat percaya bahwa Allah memiliki kuasa untuk menciptakan pembalasan yang adil atas kejahatan sambil memerhatikan keselamatan bagi mereka yang percaya.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Cross-references singkat
- Ibrani 12:26–27 menyinggung getar yang mengguncang segala sesuatu sampai suatu dunia yang lebih baru dan lebih mulia tercipta; kedatangan Kristus memurnikan realitas yang fana. - II Tesalonika 1:7–9 menekankan pembalasan kepada mereka yang tidak mengenal Allah serta kepada mereka yang tidak taat pada firman kasih; pada kedatangan-Nya, kemuliaan-Nya dinyatakan bagi umat-Nya. - Wahyu 21:1–5 membayangkan langit baru dan bumi baru sebagai hasil penyucian total, sehingga segalanya menjadi baru dalam hadirat Tuhan.
Penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kedatangan Kristus memanggil umat percaya untuk hidup dengan pengharapan penuh dan ketekunan iman, sambil tidak menyimpang dari pola hidup bukan karena takut akan penghukuman, melainkan karena kasih Allah yang membawa pembaruan.
Aplikasi praktis bagi orang percaya saat ini
Ringkasan hangat
Ayat ini menegaskan bahwa kedatangan Hari Allah adalah realitas yang akan menyingkap kebenaran, membakar yang tidak tahan (dosa dan kekuasaan duniawi), dan akhirnya membikin langit serta bumi menjadi tempat yang layak bagi kemuliaan Tuhan. Umat percaya dipanggil untuk menantikan dengan kesungguhan, sambil hidup dalam kasih, suci, dan berpegang pada pengharapan akan pembaruan yang datang dari-Nya.